Edwin Sebut Pendidikan Investasi Membangun Masa Depan Lebih Baik

oleh -14 views
oleh
Wakil Bupati Lombok Timur H Edwin Hadiwijaya

LOMBOKSATU.com – Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menegaskan pendidikan merupakan investasi untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Wakil Ketua DPR RI dalam kegiatan penyerahan Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN 3 Selagik, Kecamatan Terara, dan SDN 1 Kotaraja, Kecamatan Sikur, Senin (3/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, bantuan PIP diserahkan secara simbolis kepada 243 siswa SDN 3 Selagik dan 277 siswa SDN 1 Kotaraja. Wakil Bupati mengapresiasi bantuan PIP yang diberikan kepada para siswa.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima sehingga turut mendukung terwujudnya pendidikan yang bermutu dan berkarakter, khususnya di Lombok Timur.

“Pendidikan merupakan investasi untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujar manta anggota DPRD Provinsi NTB itu.

Selain menekankan pentingnya pendidikan, Wakil Bupati mengingatkan para siswa serta orang tua atau wali yang hadir untuk bersama-sama mencegah perkawinan anak.

Menurutnya, perkawinan anak dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, termasuk stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Ia berharap agar PIP dapat membantu mencegah anak putus sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kecerdasan bangsa. Semua pihak juga diajak berperan dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Kemajuan pendidikan, menurutnya, bukan menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk memastikan anak-anak bangsa memperoleh kesempatan belajar dan berkembang secara optimal.

Selain bantuan PIP, kedua sekolah tersebut juga menerima bantuan masing-masing sebesar Rp100 juta untuk mendukung sarana dan prasarana sekolah. Upaya untuk memperoleh dukungan anggaran rehabilitasi atau revitalisasi melalui APBN juga akan dilakukan.

PIP merupakan bantuan berupa uang tunai, perluasan akses, dan kesempatan belajar dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin untuk membiayai pendidikan.

Program tersebut dirancang untuk membantu anak usia sekolah dari keluarga miskin atau rentan miskin agar tetap memperoleh layanan pendidikan hingga tamat pendidikan menengah.

Hal tersebut bisa melalui jalur formal, mulai dari SD hingga sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan, maupun jalur nonformal Paket A hingga Paket C dan pendidikan khusus.

PIP diharapkan dapat mencegah peserta didik putus sekolah. Bagi anak yang telah putus sekolah, program tersebut juga diharapkan dapat membantu mereka kembali melanjutkan pendidikan.