Angka Stunting Menurun, Pemkab Lombok Timur Terima Predikat “Agung”

oleh -94 views
oleh
stunting
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menerima penghargaan dari SEAMEO RECFON

LOMBOKSATU.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menerima penghargaan sebagai satu dari empat Kabupaten di Indonesia yang berhasil mencapai penurunan stunting 2% per-tahun. Untuk itu Lombok Timur meraih predikat tertinggi yaitu “Agung” dari SEAMEO RECFON.

Penghargaan diterima Bupati pada acara Apresiasi Satuan Pendidikan dan Mitra Unggulan SEAMEO RECFON 2025: Capaian Program NGTS & ECCNE Wujudkan Gizi Optimal bagi Sumber Daya Manusia Berkualitas yang berlangsung Rabu (24/09/2025) di Jakarta.

Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan dukungan Pemda Lombok Timur  dalam pelaksanaan Program Anakku Sehat dan Cerdas (Early Childhood Care, Nutrition, and Education/ECCNE) sebagai program kerja sama yang menguatkan pelaksanaan Program Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) di Kabupaten Lombok Timur hingga saat ini.

Sekretaris Jendral Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI Suharti pada kesempatan tersebut mengingatkan semakin kompleksnya tantangan permasalah gizi anak dan remaja di Indonesia. Karena itu satuan pendidikan berada dalam posisi penting guna membentuk kebiasaan makan yang sehat dan berkelanjutan.

Menurutnya satuan pendidikan penting memberikan pendidikan, tidak hanya kognitif melainkan juga menyangkut tumbuh kembang anak secara  utuh. Oleh karena itu ia percaya intervensi gizi dan kesehatan dapat dilakukan secara efektif melalui pendidikan.

Sekjen juga mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja bersama membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Prevalensi stunting Lombok Timur berdasarkan data survei kesehatan gizi nasional tahun 2018 mencapai 43,25 dan tahun 2024 turun sampai di angka 33.

Program ECCNE diinisiasi sejak tahun 2017 oleh SEAMEO RECFON sebagai program unggulan di mana tiap program mengacu pada pendekatan empat tahap di tingkat satuan pendidikan, yaitu Sosialisasi, Orientasi, Penguatan dan Mandiri/Institusionalisasi dan lima tahap di tingkat kabupaten/kota, yaitu, Pratama, Madya, Utama, Paripurna, dan Agung