Bupati Loteng Sambangi Rumah Calon Penerima Beasiswa Kedokteran

oleh -167 views
Pathul
Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri didampingi tim visitasi penerima beasiswa kedokteran

LOMBOKSATU.com – Program beasiswa kedokteran mendapat atensi khusus dari Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri.

Tidak mau hanya menerima laporan dari anak buahnya, Senin (08/05/2023), politisi Partai Gerindra itu menyambangi rumah para penerima beasiswa.

Seperti diketahui, program beasiswa kedokteran yang dijalankan Pemkab Lombok Tengah dikhususkan bagi yatim, piatu dan dhuafa khususnya tahfis Qur’an.

Pada kunjungannya kali ini, Bupati menyasar lima rumah Calon Penerima Beasiswa yang berada di Wilayah Kecamatan Jonggat.

Di antaranya Dusun Panti Desa Barejulat, Dusun Bun Rejeng Desa Perina, Dusun Dasan Bengkel Desa Bonjeruk, Desa Batutulis dan Dusun Embung Duduk Desa Labulia.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah rumah Sri Martiningsih yang berada Dusun Panti Desa Barejulat Kecamatan Jonggat yang merupakan Alumni PPS Ulya Baitul Qurro’.

Disana, Bupati hadir bersama Tim Visitasi Camat Jonggat, Kades Barejulat yang didampingi Kepala Dusun Pinti.

Pada kesempatan tersebut Camat Jonggat Lale Anys Fajriani berpesan agar menjawab semua pertanyaan dari Tim Visitasi apa adanya, tidak dibuat-buat atau direkayasa.

Ia berharap agar ananda Sri Martiningsih dilancarkan segala urusannya sampai lulus menjadi seorang dokter.

“Setelah lulus visitasi, masih akan dilakukan tes oleh Universitas Mataram, jadi banyak-banyak belajar,” pesannya.

Visitasi dilanjutkan wawancara langsung antara Tim Visitasi dengan kedua orang tua, terkait penilaian kondisi sosial ekonomi.

Hal itu mengacu pada Kepmensos RI Nomor 146/HUK/2013 tentang Penetapan Kriteria dan Pendataan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu.

Tim Visitasi berpesan kepada masyarakat agar tidak ada yang berpikiran negatif, tim bekerja secara profesional dengan melihat kondisi riil di lapangan.

Masyarakat dapat menyaksikan jalannya visitasi melalui siaran live streaming di media sosial Diskominfo Lombok Tengah.

Pada kunjungan di lokasi kedua, yakni di rumah Siti Rukayyah, Dusun Bun Rejeng Desa Perina Kecamatan Jonggat. Siti Rukayyah merupakan alumni Ponpes Nurul Ilmi Ranggagata.

Di tempat itu, Bupati Lombok Tengah berkenan pimpin langsung jalannya visitasi. Hadir mendampingi Tim Visitasi adalah Camat Jonggat, Kades Barejulat dan Kepala Dusun.

Sementara itu Bupati sangat berharap agar semua Kepala Dusun bisa hadir sehingga informasi yang dilakukan oleh Tim Visitasi Penerima Beasiswa Kedokteran itu tersosialisasi dengan baik.

Sebagai informasi, programkan Pemda Lombok Tengah ini kerja sama Yayasan Peduli Yatim, Piatu dan Dhuafa Tersenyum.

Menurut bupati, visitasi tidak tebang pilih, siapa saja yang akan dipilih tanpa bisa diganggu gugat.

Ia menjelaskan banyak faktor yang menyebabkan calon peserta tidak lulus.  pertama karena dinilai mampu dalam hal ekonomi.

Maka hal itu tidak diikutkan dalam visitasi rumahnya, karena sudah ada tim yang khusus menilai.

“Ada 19 calon penerima beasiswa, ini yang akan dilakukan visitasi. Kami ingin melihat lebih dekat seperti apa sih kondisi rumahnya,” ujarnya.

Sumber anggaran program ini berasal dari zakat PNS dan shodaqoh PNS atau orang lain yang ikut serta bershodaqoh.

Uang-uang ini dikumpulkan, karena pemerintah sangat ingin melihat peningkatan SDM di bidang kesehatan di Kabupaten Lombok Tengah yang saat ini masih sangat minim.

“Maka pemerintah berikhtiar mengumpulkan dana agar 20 atau 30 tahun yang akan datang tidak terjadi kekurangan lagi,” terangnya.

Uang-uang yang dikumpulkan tersebut, lanjut Bupati, digunakan untuk menyekolahkan orang-orang miskin sesuai kategori pertanyaan dalam wawancara visitasi.

Siswa/siswi miskin ini banyak yang cerdas, banyak yang pintar, banyak yang punya intelektual yang bagus, tapi tidak punya kesempatan.

Sehingga menurutnya penting bagi pemerintah ikut memikirkan hal ini. Terlebih dalam konstitusi sudah jelas, fakir miskin, anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Bupati yakin program persyaratan penghafal Al-Qur’an 30 Juz, ini tidak banyak ditempat lain, bahkan tidak ada.

“Kita akan cari 10 orang-orang yang cerdas dan pintar dan hafal Al-Qur’an 30 Juz. Ini ketentuannya dan jurusan IPA. Siapa itu, saya tidak tahu,” kata Bupati.

Setelah lulus jadi dokter, Pemkab Lombok Tengah akan membangun klinik. Yang mana lahan pembangunan klinik sudah ada di Baypass.

“Disana nanti anak-anak kita bekerja. Untuk apa?, tentu untuk merawat anak-anak yatim yang begitu banyak di Lombok Tengah. Begitu juga orang tua jompo dan janda-janda, harus gratis,” jelasnya.

Bupati berharap ke depan anak-anak yang menghafal Al-Qur’an ini menjadi generasi hebat yang mampu merawat orang tuanya dan anak-anak yatim lainnya, sehingga nanti berguna dan bermanfaat bagi orang tuanya.

Kunjungan dilanjutkan ke lokasi ketiga yakni di rumah Mir’atussolehah yang berada di Dusun Dasan Bengkel Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat yang merupakan Alumni MA Al-Aziziyah Putri Kapek Gunung Sari.

Selain Bupati Lombok Tengah dan Camat Jonggat, hadir juga bersama tim visitasi, Kepala Desa Bonjeruk dan Kepala Dusun.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Bonjeruk mengucapkan terima kasih kepada Bupati atas program tersebut. Kedepan pihaknya berharap semakin banyak anak anak yatim, piatu yang bisa diakomodir dalam program ini. (Dar)

No More Posts Available.

No more pages to load.