Antisipasi Perubahan Cuaca, Pemkab Lombok Timur Terapkan SKPB

oleh -535 views
oleh
Bupati Sukiman Azmy
Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy

LOMBOKSATU.com – Perubahan iklim dan cuaca yang ekstrim perlu untuk diantisipasi terkait pola tanam di sektor pertanian hingga pencegahan dampak bencana.

Mengingat pertanian sebagai salah satu sektor penopang masyarakat Lombok Timur maka upaya pencegahan harus dilakukan.

Menyadari hal itu Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy menyatakan bahwa Pemerintah Daerah akan menerapkan  sistem kesiapsiagaan pertanian dan bencana (SKPB).

Ia berharap penerapan sistem tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan kinerja sektor pertanian, di mana petani tidak perlu berspekulasi untuk menentukan musim tanam.

Ia menegaskan, melalui SKPB kesalahan prediksi dapat ditekan sehingga masyarakat akan mendapatkan produksi yang lebih banyak.

“Kita berharap tidak ada lagi spekulasi ketika sistem kesiapsiagaan pertanian dan bencana ini kita terapkan, karena semua melalui teknologi yang teruji dan terukur di lapangan,” ungkapnya, Senin (20/02/2023)

Kepala Bappeda bersama sejumlah OPD terkait pada pertemuan dengan mitra tersebut, Bupati meminta sistem ini dapat diintegrasikan dengan sistem yang ada di pusat kendali (commad center).

Dengan demikian, hal itu akan lebih mudah untuk menyampaikan informasi yang tersedia dan dibutuhkan.

Kaitan itu pula ia menekankan perlunya SDM yang menguasai teknologi. Pelibatan penyuluh juga ditekankan dalam pemutakhiran data pada sistem yang ada.

Penerapan SKPB yang merupakan inovasi PT Inovastek Giomatra Indonesia tersebut di Lombok Timur adalah bagian dari kerja sama Pemda Lombok Timur.

Kersaja sama itu dengan Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) bersama  World Neighbors yang bergerak di bidang pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat.

SKPB dijalankan berdasarkan data dasarian curah hujan dengan Smart Climate Model yang berbasis website dan android.

Salah satu output-nya adalah prediksi cuaca dengan resolusi dan ketepatan yang tinggi serta pengembangan kalender tanam untuk komoditas padi dan palawija.

Dengan demikian, akan sangat membantu kemandirian penyuluh dan petani dalam hal penentuan dan perencanaan pola tanam yang tepat. Dengan demikian gagal panen dapat dihindari.