Bupati Sukiman Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi

oleh -557 views
oleh
sukiman
Bupati Lotim HM Sukiman Azmy (tengah)

LOMBOKSATU.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta dukugan Kejaksaan dalam upaya pengendalian inflasi daerah.

Di antaranya dengan memberikan rujukan maupun arahan terhadap kebijakan daerah terkait penggunaan dana belanja tidak terduga (BTT).

Harapan tersebut dilontarkan Mendagri pada rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang berlangsung secara hybrid, Rabu (8/2/2023).

Pada acara yang diikuti Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy dan seluruh Kepala Daerah di Indonesia tersebut, Mendagri menungkapkan kejaksaan memiliki peran strategis dalam upaya pengendalian inflasi daerah.

Hal itu dapat dilakukan bersama jajaran Forkopimda lainnya, utamanya merujuk keterlibatan Satgas Ketahanan Pangan yang seharusnya juga melibatkan Kejaksaan di samping TNI/Polri.

Selain Kejaksaan, Mendagri juga berharap pada TNI/Polri kaitannya dengan gerakan menanam. TNI/Polri dinilai tangkas mendukung kegiatan tersebut yang diharapkan bersifat masif sebagai upaya menekan inflasi.

Demikian pula terkait adanya indikasi penimbunan dan pengoplosan sejumlah kebutuhan pokok yang ditengarai menjadi penyebab naiknya harga yang terjadi sekarang ini.

Di sisi lain Mendagri mengapresiasi kerja keras semua pihak, termasuk kepala daerah sehingga laju inflasi dapat diturunkan sehingga perekonomian semakin baik.

Ia berharap Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) maupun Satgas Ketahanan Pangan dapat menggelar rapat secara rutin untuk dapat terus menurunkan inflasi.

BPS mencatat inflasi Januari 2023 lebih rendah dibanding bulan Desember 2022 dan Januari 2022. Inflasi Januari mencapai 5,28% turun 0,34% dibanding Desember 2022 lalu.

Namun angka tersebut masih perlu dikendalikan mengingat target inflasi tahun 2023 pada rentang 2-4% seperti asumsi Pemerintah.

Kepala BPS Margo Yuwono mengingatkan hal itu perlu dilakukan menjaga kepastian berusaha dan masyarakat untuk mengonsumsi barang dan jasa.

Menurutnya penting pula antisipasi jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri agar tidak terjadi kenaikan harga signifikan karena kebutuhan masyarakat biasa meningkat.

Ia menyebut, beras menjadi salah satu komoditas yang menjadi penyumbang inflasi selain bawang merah, cabai merah, minyak goreng, dan tempe.

Secara khusus Kepala BPS menggarisbawahi perlu memberikan perhatian terhadap harga rokok kretek filter yang juga menyumbang inflasi, termasuk pula adanya rencana kenaikan tarif PDAM.

Selain Bupati, Sekda Muhammad Juaini Taofik, Kepala BPS, sejumlah Pimpinan OPD, dan KADIN Lombok Timur serta lembaga terkait juga mengikuti Rakor tersebut dari Ruang Rapat Bupati.