Pemkab Loteng Dorong Penguatan Peran Majelis Krama Adat Sasak

oleh -618 views
oleh
krama adata sasak
Bupati Loteng bersama Pengurus Majelis Karama Adat Sasat gelar sosialisasi

LOMBOKSATU.com – Pemkab Loteng dorong penguatan peran Majelis Krama Adat Sasak (MKAS) dalam upaya mengedukasi masyarakat mengenai adat dan budaya di tiap kelurahan/desa.

Guna membahas hal itu, bupati bersama Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD), semua lurah/kades bertemu dengan Pengurus MKAS di salah satu lesehan di Praya Rabu  (30/11/2022).

Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri mengatakan, lembaga Krame Adat Sasak ini memiliki peranan yang penting dalam upaya mendidik masyarakat agar lebih mengenal adat istiadat dan Budaya Lokal di Loteng.

Menurutnya, masyarakat Lombok Tengah bagian utara dan selatan maupun tengah memiliki adat dan budaya masing masing sehingga sangat penting MKAS itu hadir di tengah masyarakat.

“MKAS sebagai juru damai dapat kiranya hadir, karena itu kehadiran lembaga ini harus diperkuat dengan peraturan bupati sebagai payung hukumnya di masing masing kelurahan/desa di Lombok Tengah,” terangnya.

Ia menegaskan kembali, MKAS memiliki peranan penting menuntaskan persoalan-persoalan adat istidat yang muncul di tengah masyarakat dan diharapkan bisa selesai di tempat itu juga melalui mediasi kedua belah pihak.

Dalam mediasi, MKAS bisa mengundang para pihak dengan melibatkan aparatur desa dan aparat keamanan. “Hasil musyawarah mufakat itu secara tertulis dan bila perlu dibawa ke pengadilan. Dan secara legalitas itu sah,” kata Bupati.

Bupati menegaskan pemerintah daerah sudah melakukan penandatanganan MoU dengan aparat kepolisian, termasuk pengadilan agar semua persoalan adat istiadat bisa tuntas di tingkat desa.

Oleh sebab itu, penting pemangku kebijakan pemangku adat untuk bermusyawarah di tingkat desa untuk menyelesaikan masalah itu, dengan  membuat perdamaian yang melibatkan semua komponen yang ada di desa.

“Mulai dari aparatur desa, anggota Forkopimda, Bhabinsa, Babinkantibmas dan MKAS setempat, hanya masyarakat setempat saja yang bisa selesaikan masalah, tidak bisa diselesaikan oleh orang lain atau kekurahan/Desa lain” kata Bupati.

Kedepan Kabupaten Lombok Tengah tidak lagi seperti sekarang ini, Lombok Tengah akan maju, karena itu persiapkan diri mulai dari anak-anak. Untuk itu penting kondusifitas di kelurahan/desa.

Selain itu, Pemerintah Lombok Tengah terus berupaya meningkatkan perkonomian masyarakat maka paling dasar adalah infrastruktur jalan dan jembatan serta irigasi.

Pengurus  MKAS L Purnama Agung berharap acara sosialisasi ini tidak sampai hanya disini, namun kedepan bisa dilanjutkan ke masing-masing sekolah di Lombok Tengah.

Melihat teknologi komunikasi semakin canggih, dikhawatirkan budaya adat istiadat akan punah dengan perkembangan zaman. Untuk itu dari sekarang MKAS  hadir di tengah masyarakat.

Sebab anak banyak yang tidak paham bahasa Sasak dengan baik dan benar, karena pengaruh budaya barat terhadap sikap hormati orang tua, guru, tokoh agama dan masyarakat.

Hal itu sangat penting MKAS hadir mensosialisasikan. Kearifan lokal juga harus dipikirkan oleh para lurah/desa untuk membuat Distinasi Wisata Adat dan Budaya untuk menarik para wisatawan lokal maupun internasional. (Dar)