Atasi Kesulitan Air Bersih, Pemkab Lotim Bakal Bangun SPAM Senilai Ratusan Miliar

oleh -1.517 views
Bupati Lombok Timur HM Sukima Azmy menghadiri pelatihan pengurus Pamdesma Selojar
Bupati Lombok Timur HM Sukima Azmy menghadiri pelatihan pengurus Pamdesma Selojar

LOMBOKSATU.com – Masyarakat Sembalun dan Jerowaru bagian selatan sebentar lagi tidak akan mengalami kesulitan aliran air seperti yang dijanjikan bupati saat kampanye Pilkada.

Untuk memaksimalkan pengelolaannya nanti, para pengurus yang akan mengelolanya telah mendapatkan pelatihan sehingga program senilai ratusan miliar tersebut tidak akan sia-sia.

Bupati Lombok Timur HM Sukima Azmy menghadiri pelatihan pengurus Pamdesma Selojar untuk Rencana Pengamanan Air Minum Sistem Penyediaan Air Minum Jaringan Perpipaan (RPAM-SPAM JP).

Para peserta dilatih untuk mengelola Pamdesma di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur dilaksanakan selama dua hari di Mataram Rabu (08/06/2022).

Pelatihan berlangsung 8 sampai dengan 9 Juni 2022 diikuti 38 orang, terdiri dari pengurus Pamdesma Selojar, Perangkat kecamatan Sembalun, dan OPD terkait.

Sukiman dalam sambutannya berharap proyek SPAM dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, karena ini merupakan milik seluruh masyarakat, bukan milik golongan ataupun kelompok yang dikelola oleh Pamdesma Selojar.

Ia menyebut, keberhasilan proyek tersebut bukan karena hasil perorang atau kelompok melainkan usaha bersama, yang difasilitasi Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) NTB.

BPPW NTB telah memperjuangkan aspirasi masyarakat Lombok Timur ke Kementrian PUPR dengan nilai program tersebut menelan dana Rp 37 miliar untuk mewujudkan harapan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Sembalun.

Selain Sembalun, wilayah pantai selatan juga akan mendapatkan hak yang sama melalui dana alokasi khusus (DAK) SPAM sebesar Rp 100 miliar.

Selanjutnya Kepala BPPW NTB Sri Rejeki berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sebaik-baiknya agar dapat memahami pengelolaannya nanti.

Mengingat fasilitas telah disediakan namun pengurus tidak dapat mengelola dengan maksimal maka penerima manfaat yaitu masyarakat tidak akan mendapatkan manfaat optimal.

No More Posts Available.

No more pages to load.