Keren…! Lombok Timur Tetap Bertahan di PPKM Level I

oleh -835 views
oleh
Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy (Kanan) didampingi Kadis Kesehatan yang mengikuti kegiatan ini dari RSUD dr. Soetomo Surabaya
Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy (Kanan) didampingi Kadis Kesehatan mengikuti kegiatan melalui virtual dari RSUD dr. Soetomo Surabaya

LOMBOKSATU.com – Kabupaten Lombok Timur menjadi salah satu dari 4 kabupaten lainnya di Provinsi NTB yang mampu bertahan di PPKM Level I. Selain Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Kabupaten Lombok Utara juga berada di PPKM level 1.

Sementara kebupaten/ kota lainnya berada di PPKM level dua dan tiga. Untuk Kabupaten Lombok Tengah, Dompu, dan Kabupaten Bima berada di level dua, sementara Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, dan Kota Bima berada di level 3.

Pemberlakuan level itu berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri No.11 tahun 2022 tentang Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat Level 3, level 2, dan level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan covid-19 di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua yang berlaku 15-28 Februari. Kondisi ini menyebabkan Provinsi NTB secara umum berada di PPKM level 2.

Hal tersebut terungkap pada rapat koordinasi berkala yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi NTB secara hybrid Selasa (15/02/2022). Kondisi tersebut disebabkan diantaranya cakupan vaksinasi dan  kapasitas respon. Karena itu dibutuhkan  penguatan cakupan vaksinasi dan kapasitas respon, serta optimalisasi satgas covid di tingkat kecamatan hingga desa.

Lombok Timur berdasarkan cakupan vaksinasi, sesuai data P-Care saat ini mencapai 90,86 persen untuk dosis 1 dan  59,37 persen  untuk dosis 2 serta 1,21 persen untuk dosis 3.

Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy yang mengikuti kegiatan ini dari RSUD dr. Soetomo Surabaya menyebut salah satu penyebab masih belum progresifnya capaian vaksinasi dosis dua adalah ketersedian vaksin Sinovac. Sinovac umum digunakan pada vaksinasi dosis satu, sementara saat ini vaksin tersebut hanya diperbolehkan untuk vaksinasi anak usia 6-12 tahun. Karena itu ia meminta tambahan stok vaksin ini  guna mengejar target vaksinasi dosis 2.

Sementara itu dari sisi pelacakan, persentase kasus konfirmasi yang dilacak 7 hari terakhir di Lombok Timur mencapai 88,4 persen. Angka tersebut melampaui target minimal 80 persen, sedangkan rasio kontak erat 7 hari terakhir adalah23,1 persen sesuai target yaitu lebih dari 15 kontak erat.

Rapat yang diikuti seluruh Bupati/ Walikota, jajaran TNI-Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, RSUD serta BPBD tersebut  menekankan pentingnya respon terhadap setiap kasus, bukan pada kasus itu sendiri.

Karena itu peningkatan kapasitas ICU sampai 2000 tempat tidur di seluruh wilayah provinsi NTB. Ketersediaan obat dan oksigen hingga di tingkat Puskesmas penting dilakukan. Begitu pula dengan pengetatan protokol kesehatan, peningkatan kapasitas vaksin, dan memperkuat tracing, testing dan treatment (3T).

Pada rapat tersebut, bupati juga meminta seluruh yang hadir untuk mendoakan keberhasilan operasi pemisahan bayi kembar siam asal desa Jurit, Anaya-Inaya yang dilakukan pada hari itu. Bupati menyebut telah pula menandatangani  kesepakatan perawatan pasca operasi dengan pihak RSU dr. Soetomo Surabaya.