LOMBOKSATU.com – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Iswan Rakhmadi mengaku miris melihat perkembangan kesenian Jangger di masa sekarang.
Jangger atau sering disebut gandrung merupakan seni tari yang diiringi musik namun penarinya diberikan saweran oleh pria yang yang ikut menari atau dikenal dengan istilah ngibing. Biasanya kesenian ini dipentaskan saat masyarakat begawe (pesta) pernikahan.
Eksistensi seni tari ini sudah banyak dipengaruhi budaya asing sehingga mengalami pergeseran yang mengundang keprihatinan. Termasuk keperihatinan Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy. Menurutnya, untuk menghilangkan stigma negatif kehadiran Jangger ini dibutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Di satu sisi, bupati juga mengkritisi keberadaan lagu Sasak yang kebanyakan sedih melulu (melankolis). Karena itu ia berharap kepada pengurus DPD Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Provinsi Nusa Tenggara Barat Hj. Maskahyangan beserta jajaran untuk melakukan inovasi.
Ia berharap agar PAPPRI bekerja sama dengan badan usaha atau lembaga non profit untuk mengembangkan kreasi dan aktivitas para seniman musik di daerah ini untuk menciptakan lagu yang membuat semangat.
“Saya berharap adanya musik yang membangkitkan semangat, tidak melulu melankolis seperti kebanyakan musik sasak saat ini,” saran Bupati Lotim, Sukiman Azmy di ruang rapat kerja Bupati Lotim, Senin (17/01/2022).
Bupati Lotim juga menilai, musik dan lagu yang ada sekarang menggambarkan masyarakat Sasak sebagai bangsa yang sedih. “Saya belum menemukan lagu Sasak yang membangkitkan semangat kita,” ujar Sukiman.
Harapannya, PAPPRI dapat mendorong para musisi menciptakan lagu-lagu semangat, lagu-lagu yang tidak menyesali masa lalu dan meratapi keadaannya. Melainkan lagu yang mampu mengedukasi masyarakat dan membangkitkan semangat.
Kunjungan Ketua PAPPRI dan rombongan, selain untuk memperkenalkan PAPPRI, sekaligus berharap Bupati Lotim dapat mengukuhkan 10 anggota PAPPRI Lombok Timur sesegera mungkin.
Hal itu sebagai bagian dari persiapan, mengingat PAPPRI akan menjadi tuan rumah peringatan hari musik nasional dan Munas Pappri ke–8 yang akan diadakan di Mandalika Maret mendatang dan sudah menerima rekomendasi dari Gubernur.
“Kami mohon agar bupati berkenan melantik 10 anggota karena sudah diamanatkan menjadi tuan rumah hari musik nasional dan munas PAPPRI ke-8. Kami,” kata Maskahyangan.




