Proyek Puskesmas Batunyala Disorot, Gapensi akan Lapor ke Kejati

oleh -346 views
Kondisi proyek pembangunan Puskesmas Batunyala Lombok Tengah
Kondisi proyek pembangunan Puskesmas Batunyala Lombok Tengah

LOMBOKSATU.com – Pemutusan kontrak proyek pembangunan Puskesmas Batunyala Kecamatan Praya Tengah mendapat sorotan dari Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Lombok Tengah.

Kepada wartawan, Kamis (06/01/2022), Ketua Gapensi Lombok Tengah Lalu Aswan Jaya mencurigai dan menduga adanya kejanggalan dalam pemutusan kontrak tersebut.

Pasalnya, sampai saat ini proses pembangunan gedung Puskesmas masih berjalan. Para tukang, kata Lalu Aswan masih sibuk bekerja. Begitu juga dengan material bangunan masih didatangkan secara rutin ke lokasi proyek.

Kontraktor senior tersebut mengaku curiga atas statment para pejabat Dinas Kesehatan tentang pemutusan kontrak beberapa waktu lalu, diduga untuk mengelabui publik agar tidak lagi fokus menyoroti perkembangan proyek tersebut.

Baca juga: Perpanjangan Waktu Proyek Puskesmas Batunyala Dinilai Janggal

Ia curiga ada pihak-pihak yang sengaja membiarkan proses tersebut berlangsung sampai semua bisa terbayar penuh ataupun dengan maksud tertentu lainnya.

“Sampai sekarang saja pengerjaanya baru 64 persen, tapi kok Pemda kelihatannya masih santai saja. Sehingga kuat dugaan kami ada persekongkolan melawan hukum antara PPK dan pihak kontraktor,” kata Lalu Aswan.

Menurutnya, jika benar proyek tersebut sudah diputus kontrak, seharusnya tidak boleh lagi ada pekerjaan fisik apapun di lokasi proyek. Pengerjaan baru boleh dilakukan setelah proses tender ulang. Tender akan dilakukan sesuai sisa volume pekerjaan kontraktor sebelumnya.

Misalnya lanjut Aswan, jika volume yang sudah dikerjakan 70 persen, maka yang dilelang ulang adalah 30 persen dari nilai proyek.

Adapun untuk Puskesmas Batunyala, dipastikan volume akhir pengerjaanya sudah keluar. Hasil analisa ini akan jadi acuan penentuan besaran kontrak yang akan dilelang ulang.

“Jangan main-main dengan aturan. Perlu diingat, jika sekarang pengerjaan dilanjutkan secara diam-diam seperti ini, maka sudah pasti volume kontrak dengan kondisi real di lapangan akan berbeda. Tentu ini akan merugikan pemenang lelang dan pasti akan jadi masalah di kemudian hari,” kata Aswan.

Baca juga: Pengerjaan Puskesmas Batunyala Diduga Asal-asalan

Terkait hal tersebut pihaknya mengaku akan melaporkan hal ini ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB. Selain perihal pemutusan kontrak, pihaknya juga akan melaporkan adanya dugaan penyimpangan yakni adanya ketidaksesuaian spesifikasi maupun teknis pengerjaan dengan yang tertuang di dokumen kontrak.

Dalam laporannya nanti pihaknya akan menyerahkan sejumlah bukti yang berhasil dikumpulkan selama investikasi sebulan terakhir ini.

Misalnya beberapa bahan material dan teknis pengerjaan yang tidak sesuai petunjuk teknis dan masih banyak lagi persoalan lainnya.

Adapun yang akan dilaporkan nanti di antaranya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Kontraktor dan para pihak terkait lainnya.

Laporan akan ditembuskan ke Kejaksaan Agung, Mabes Polri dan Komis Pemberantasan Korupsi.

“Hari Senin pekan depan saya bersama beberapa rekan dari Gapensi akan menghadap langsung ke Kepala Kejati NTB. Kalau sudah begini biarkan aparat penegak hukum (APH) bekerja, ” ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah mengingatkan PPK dan pihak terkait lainnya secara baik-baik tapi tidak digubris. “Jadi langkah paling tepat menurut kami adalah diserahkan kepada aparat penegak hukum,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek Puskesmas Batunyala menelan biaya Rp 5 miliar lebih yang dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021.

Namun, sejak awal dikerjakan, proyek tersebut menuai bermasalah sehingga pihak kontraktor tidak bisa menyelesaikan pengerjaan dalam waktu 180 hari kerja sebagaimana tertuang dalam kontrak.

Sampai akhir batas pengerjaannya di bulan November lalu, progres pembangunan gedung diperkirakan 50 persen.

Parahnya lagi, setelah pemberian kesempatan selama 50 hari yakni sampai tanggal 28 Desember 2021, proyek tersebut masih molor dari waktu yang ditentukan.

Menyikapi hal tersebut, PPK maupun para pejabat Dinas Kesehatan ramai-ramai mengatakan bahwa proyek sudah diputus kontrak.

Hanya saja saat dimintai keterangan lebih lanjut terkait berbagai dugaan kejanggalan yang disuarakan Gapensi, PPK Puskesmas Batunyala Lalu Mutawalli tidak menanggapi.

Saat akan dikonfirmasi ke kantornya, pria yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan tersebut selalu menyatakan ada kegiatan di luar kantor.

Begitu juga dengan pihak kontraktor, memilih irit bicara. “Intinya kita ikuti mana yang terbaik saja,” ujarnya singkat via whatshap. (Dar)

No More Posts Available.

No more pages to load.