Maksimalkan Penanganan Sampah, DLH Lotim Lakukan Sinergi

oleh -33 views
Kepala Dinas Lingkungan Hidup
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Timur M Zaidar Rohman

LOMBOKSATU.com – Mengatasi  persoalan sampah secara maksimal membutuhkan sinergi semua pihak. Terkait hal itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur terus melakukan sinergi. Termasuk dengan pemerintah desa dan para pihak yang peduli sampah.

Selain melakukan sinergi, pihaknya juga menggencarkan sosialisasi ke masyarakat, agar kesadaran penanganan sampah ini menjadi tanggung jawab bersama.

Kepala DLH Lombok Timur M Zaidar Rohman mengatakan, kegiatan sosialisasi mengatasi sampah ini perlu kesadaran bersama. Apalagi sampah di pantai yang menjadi objek pariwisata. Seperti Labuhan Haji dan lainnya, harus mulai dari hulu.

“Kita harus atasi sampah di pantai itu dari hulu yang menjadi sumber datangnya sampah,” ujar Haidar pada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (15/07/2021).

Ia juga mengajak masyarakat untuk menyadari pentinya tidak membuang sampah sembarangan. Kesadaran ini menjadi penting karena setiap orang berpontensi membuang sampah.

“Semua kita bisa menghasil sampah. Tinggal bagaimana kita menangani dengan baik,” ujar Haidar sembari menegaskan saat ini telah bersinergi dengan PKK dengan motto go green and clean.

Sementara mengenai sosialisasi. Ia menggandeng pemerintah desa untuk melakukan sosialisasi karena saat ini teknologi pengolahan sampah. Saat ini pihaknya melakukan intervensi ke desa, kalau ada pelimpahan sampah.
“Kita juga latih masyarakat bikin kompos,” tegasnya.

Menyinggung soal daya tampung tempat pembuangan akhir (TPA). Ia menegaskan, kapasitas TPA masih cukup untuk menampung sampah, namun kedepan perlu pengolahan sampah yang lebih bagus. “Kita sudah usulkan pengolahan sampah ke pusat,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sampah masyarakat jika dilihat dari estimasi jumlah penduduk ia memperkirakan sehari bisa menghasilkan sekitar 500 ton se-Lombok Timur. Namun yang mampu ditangani sekitar 20 persen.

“Dari 20 persen itu sekitar 120 ton perhari yang bisa kita layani. Itu dihitung dari jumlah dam truk yang ngangkut. Kita belum bisa layani semua masyarakat,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.