Pemanfaat Lahan Rumah Dinas SDN 2 Pejanggik Menuai Polemik

oleh -155 views
Kepala UPT Dikdas Praya Tengah Mastah, M.Pd

LOMBOKSATU.com – Pemanfaatan lahan rumah dinas guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah oleh pemerintah desa setempat menuai polemik.

Pasalnya, pembangunan gedung Sekretariat Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di lahan tersebut oleh Pemerintah Desa Pejanggik tidak pernah dikoordinasikan dengan dinas pendidikan maupun kepala sekolah.

Kepala UPT Dikdas Praya Tengah Mastah, M.Pd sangat menyayangkan hal tersebut. Sebagai kepala wilayah, menurutnya Kepala Desa Pejanggik seharusnya lebih bijak dan paham aturan terkait pemanfaatan aset daerah.

Dikatakan Mastah, pemanfaatan aset tersebut seharusnya sesuai prosedur. Sebelum membagung fasilitas di lahan tersebut, pemerintah desa seharusnya bersurat ke dinas pendidikan atau instansi terkait lainnya.

Namun yang terjadi di SDN 2 Pejanggik justru sebaliknya. Pembangunan sekretariat Bumdes tersebut dilakukan sepihak oleh pemerintah desa tanpa meminta izin dari dinas pendidikan. Bahkan kepala sekolah tidak diberitahu oleh pemerintah desa.

Dikatakan Mastah, persoalan ini perlu segera diselesaikan untuk menghindari pengambilalihan aset seperti yang banyak terjadi selama ini di Lombok Tengah.

“Pemerintah desa seakan tidak paham aturan. Kami tidak mau kasus gugatan aset SDN Serewe terulang kembali. Kalau ada izin dari pemerintah daerah sebenarnya tidak ada masalah, tapi tentu harus tertulis bukan sekadar lisan,” kata Mastah via handphone, Ahad (24/05/2021).

Selain itu, upaya penyelesaian perlu segera dilakukan menyusul adanya rencana renovasi rumah dinas guru di SDN 2 Pejanggik tahun 2022 mendatang.

Terkait persoalan ini pihaknya mengaku sudah melapor ke dinas pendidikan untuk dicarikan jalan keluar. Ia berharap para pihak bisa duduk bersama memecahkan persoalan dengan kepala dingin, sehingga ada titik temu yang bisa diperoleh kedua belah pihak.

“Renovasi gedung guru harus segera dilakukan. Kami tidak ingin persoalan seperti ini jadi penghalang,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Pejanggik H. Nursilah mengaku telah mendapat izin pemanfaatan lahan dari bupati Suhaili FT secara lisan saat safari Ramadhan beberapa tahun lalu.

Dikatakan Nursilah, saat itu bupati mengizinkan seluruh aset dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Hal ini kemudian menjadi dasar untuk memanfaatkan lahan tersebut. Terlebih selama ini rumah dinas guru di SDN 2 Pejanggik tidak pernah diurus oleh sekolah maupun Dinas Pendidikan.

Adapun izin tertulis, sebenarnya sudah diusulkan beberapa kali ke Bagian Aset Setdakab Lombok Tengah tapi belum diberikan. Namun demikian pihaknya mengaku tidak keberatan jika diminta mengosongkan lahan tersebut.

” Silahkan saja dibangun kami tidak keberatan. Intinya kami siap duduk musyawarah,” pungkasnya. (dar)

No More Posts Available.

No more pages to load.