Rakor dengan Kapolri, Bupati Lombok Timur Imbau Warga tidak Mudik

oleh -208 views
Bupati Lotim HM Sukiman Azmy menghadiri Rakor persiapan pengamanan Idul Fitri 1442 H bersama Kapolri melalui video konferensi, Rabu (21/04/2021) di Rupatama Polres Lotim

LOMBOKSATU.com – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menghadiri rapat koordinasi (Rakor) persiapan pengamanan Idul Fitri 1442 H bersama Kapolri, Panglima TNI, Menteri Perdagangan, Menteri Perhubungan, Menteri PUPR, Menteri Agama, dan Kepala BNPB melalui video konferensi, Rabu (21/04/2021).

Bertempat di Rupatama Polres Lombok Timur hadir pula dalam rakor virtual tersebut Kapolres Lombok Timur dan pejabat perwakilan Kodim 1615 Lombok Timur, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, dan Dinas PUPR Kabupaten Lombok Timur.

Bupati menyampaikan salah satu hal yang perlu diwaspadai terkait Idul Fitri adalah arus mudik lebaran. Hal ini sejalan dengan penekanan pada rapat tersebut. Oleh karena itu, masyarakat Lombok Timur yang berdomisili di daerah lain agar tidak mudik.

Ia menyarankan untuk bersilaturahmi dengan memanfaatkan sarana yang ada seperti teknologi video call terutama yang lansia karena jika dilihat dari perkembangan kasus meninggal, paling rentan adalah lansia.

Sementara kegiatan mudik cenderung dilakukan masyarakat untuk mengunjungi orang tua di kampung yang nota bene merupakan lansia. Hal ini tentunya akan menimbulkan risiko, baik bagi orang yang berkunjung maupun dikunjungi.

“Kalau bisa jangan pulang dulu, apalagi melakukan pertemuan dalam kelompok besar,” pesannya. Bupati memastikan, pemerintah Kabupaten Lombok Timur mendukung pencegahan terhadap peningkatan laju penambahan kasus covid-19.

Peningkatan kasus covid-19 memang masih menjadi perhatian utama pemerintah. Hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengamanan arus mudik dan Idul Fitri tahun 2021 ini.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan, salah satu penyebab meningkatnya kasus covid-19 secara drastis di Negara-negara lain karena kelalaian, baik pemerintah atau masyarakat dalam hal protokol kesehatan, dan diperbolehkannya berkumpulan skala besar atau massive.

“Hal ini tentunya menjadi catatan bagi pemerintah agar mengantisipasi laju pertumbuhan covid19 di Indonesia yang semakin meningkat,” tegas Kapolri.

Kapolri juga mengimbau setiap wilayah untuk membantu penekanan angka penyebaran covid-19 ini dengan beberapa cara, di antaranya mengelola dan menjaga arus mudik.

Kepolisian akan melaksanakan tiga kegiatan di seluruh wilayah, yaitu operasi keselamatan (12-25 April 2021), kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (26 April -5 Mei), dan operasi ketupat (6-17 Mei 2021).

Kapolri berharap pemerintah daerah bisa memanfaatkan kegiatan operasi keselamatan untuk betul-betul melakukan sosialisasi secara masif tentang larangan mudik.

“Masyarakat harus diberikan gambaran bahwa angka covid-19 sampai saat ini masih tinggi terutama dampaknya terhadap lansia, dan tentunya mengingatkan kembali tentang protokol Kesehatan,” tegasnya.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.