Tingkatkan Hasil Pertanian, Desiminasi Teknologi Varietas Genjah Diterapkan

oleh -282 views
Acara desiminasi varietas genjah dan pertanian terpadu kali ini digelar di Desa Puyung

LOMBOKSATU.com – Guna meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani di Nusa Tenggara Barat (NTB), desiminasi teknologi varietas genjah dan pertanian terpadu mulai diterapkan. Acara desiminasi varietas genjah dan pertanian terpadu kali ini digelar di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Kamis (08/4/2021).

Dalam sambutannya, Bupati Loteng HL. Pathul Bahri, S.IP, menyampaikan, hingga saat ini sektor pertanian di Kabupaten Loteng masih menjadi penyumbang PDB terbesar dalam struktur perekonomian. Namun demikian, dengan pesatnya pembangunan di Loteng tentu saja berdampak pada kebutuhan akan lahan. Dimana telah terjadi alih fungsi lahan ke non pertanian yang cukup signifikan.

“Semula lahan sawah kita di Loteng seluas 54.517 hektar pada tahun 2009. Kini berdasarkan hasil pengukuran Badan Informasi Geospasial (BIG), ATR/BPN dan BPS, luas lahan sawah menjadi 50.283 hektar. Terjadi pengurangan sebanyak 4.234 hektar,” sebut Pathul.

Walaupun luas lahan berkurang, kata Pathul, program peningkatan produksi melalui intensifikasi terus digalakkan pemerintah daerah (Pemda) bersama jajarannya. Dengan memanfaatkan semberdaya yang ada seoptimal mungkin, yakni dengan mengadopsi dan mentransformasi inovasi teknologi menuju pertanian maju, mandiri, dan modern menjadi ciri pertanian di era industri 4.0 yang lebih efisien.

“Melalui penggunaan alat mekanisasi pertanian seperti penggunaan drone untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman, pengolahan tanah dengan traktor, alat tanam bermesin (rice transplanter) maupun alat mesin panen dan pasca panen,” ulasnya.

Dikatakan, semua ini menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak ketinggalan zaman dengan memanfaatkan teknologi dewasa ini. Selain penerapan pertanian modern, peningkatan produksi juga dilaksanakan melalui peningkatan indeks pertanaman padi dari IP-100 ke IP-200, dari IP-200 ke IP-300, dan dari IP-300 ke IP-400.

“Hal ini dapat terlaksana manakala sarana sudah tersedia secara memadai dan menjadi kegiatan yang terintegrasi dari pra tanam sampai pasca panen. Penggunaan varietas unggul sangat Genjah atau berumur pendek seperti varietas padi Cakra Buana, M70D, dan Trisakti menjadi pilihan varietas padi yang dapat membantu percepatan peningkatan indeks pertanaman padi seperti yang sudah kita tanam pada kesempatan ini,” serunya.

Dengan peningkatan indeks pertanaman padi, kontribusi Kabupaten Lombok Tengah sebagai lumbung beras regional NTB dapat dipertahankan. Untuk dimaklumi, jumlah produksi gabah kering giling pada periode panen bulan Maret dan April ini sebanyak 290.305 ton.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari bantuan pemerintah pusat dalam meningkatkan produksi padi melalui program intensifikasi peningkatan produksi pertanian,” jelasnya.

Disebutkan, penggunaan benih padi unggul bermutu, pemupukan berimbang yang dikemas dalam sistem pengelolaan tanaman secara terpadu, pemanfaatan alat mesin pra tanam, penggunaan alat panen dan pasca panen bermesin mampu memberikan hasil yang cukup signifikan.

“Oleh karena itu, kami berharap dengan tanam serempak atau pilot project akan memberikan motivasi dan semangat baru bagi para petani untuk terus meningkatkan produksi dalam rangka tetap mempertahankan swasembada pangan di Loteng,” tutupnya.

Dalam kesempatan tersebut, CEO Talitha Group Dr. H. Nurianto ,SH, menekankan, kegiatan yang dilaksanakan hari ini untuk mengedukasi pertanian kedepannya yang lebih maju sehingga mampu meningkatkan hasil produktivitas padi.

“Alhamdulillah Talitha Group sudah bekerjasama dengan pemerintah provinsi NTB dan kedepannya juga bisa menampung hasil pertanian para petani. Sehingga petani tidak kebingungan dalam menjual hasil pertanian. Hal tersebut sudah menjadi bagian dari tujuan Talitha Group. Kami akan menjadikan provinsi NTB menjadi lumbung padi,” optimisnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.