Pemkab Loteng Maksimalkan Penanganan Sampah di Kawasan Wisata

oleh -146 views
Kepala Dinas Lingkungan Hudup H. Amir Ali

LOMBOKSATU.com – Penanganan sampah di kawasan wisata terus dimaksimalkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah. Upaya iyu dilakukan agar destinasi wisata lebih asri dan nyaman buat pengunjung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) H. Amir Ali pada wartawan, Selasa (06/04/2021) mengatakan, optimalisasi penanganan sampah di kawasan wisata diantaranya dengan memperbanyak kontainer atau bak pembuangan sampah.

Ia menyebutkan, satu wilayah paling tidak ada 3 sampai 4 kontainer sampah termasuk di desa-desa penyangga destinasi wisata. Untuk lebih maksimal harus ada penanggungjawab khusus yang menangani di masing-masing wilayah.

Tugas penanggung jawab itu memastikan sampah dibuang pada tempat yang sudah disediakan, sehingga memudahkan armada melakukan pengangkutan ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Namun tahun ini hanya difokuskan di kawasan wisata Selatan, khususnya di KEK Mandalika dan Selong Belanak. Sedangkan kawasan wisata lain akan digarap secara bertahap.

Bahkan kedepan akan diupayakan pembersihan di jalur-jalur strategis dari Kuta sampai dengan Selong Belanak menggunakan vakum, sehingga pembersihan lebih maksimal.

“Biasanya armada hanya ada sopir dan tidak ada petugas pemungut sampah yang berserakan di luar kontainer. Kami ingin begitu tiba di titik pengambilan, sopir tinggal menaikkan kontainer saja,” kata Amir di ruang kerjanya.

Sebenarnya, lanjut Amir, persoalan sampah tidak hanya menjadi tugas Dinas LH. Para pengelola hotel dan restaurant juga memiliki peran penting dalam persoalan ini.

Kedepan pihaknya berharap pengelola hotel maupun restaurant menyiapkan sendiri tong-tong sampah di tempat mereka, sehingga memudahkan petugas saat pengambilan.

Untuk penanganan sampah hotel dan restauran juga akan diupayakan melalui nota kesepahaman bersama para pemilik ataupun asosiasi. Dalam nota kespahaman itu akan diatur secara detil hak-hak dan kewajiban para pengelola hotel atau restauran dalam hal penanganan sampah di kawasan wisata.

“Kami tidak mau asal asalan. Harus ada pola kemitraan yang jelas antara pemerintah dan pelaku wisata,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya mengajak seluruh pelaku pariwisata berperan aktif menjaga kebersihan di kawasan wisata, sehingga para wisarawan merasa nyaman dan betah di Lombok Tengah.

“Kita harus memberikan kesan yang baik kepada setiap tamu yang berkunjung ke daerah kita,” pungkasnya. (dar)

No More Posts Available.

No more pages to load.