Seratus Hari Kerja Pathul-Nursiah Targetkan Lima Program Prioritas

oleh -296 views
Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri

LOMBOKSATU.com – Setiap pemimpin baru memiliki program prioritas, sama halnya dengan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah, HL.Pathul Bahri dan HM.Nursiah. Di awal kepemimpinannya, Pathul-Nursiah bertekad membereskan beberapa persoalan besar di daerah ini. Setidaknya ada lima program prioritas yang akan diselesaikan dalam seratus hari kerjanya.

Hal itu diungkapkan HL. Pathul Bahri pada sidang paripurna di gedung DPRD setempat, Senin (01/03/2021). Dalam sidang dengan agenda penyampaian pidato bupati dan wakil bupati Lombok Tengah periode 2021-2026 tersebut, Pathul memaparkan lima program tersebut.

Lima program unggulan itu yakni percepatan penangan dan pemulihan ekonomi di masa pendemi covid-19, reformasi birokrasi, peningkatan pelayanan publik melalui digitalisasi layanan, penataan pedagang kaki lima dan parkir di kota Praya, terakhir launching kartu Maiq Meres.

Dikatakan Pathul, pemulihan ekonomi di masa pandemi merupakan yang hal penting. Berbagai terobosan akan dilakukan oleh dinas/instansi terkait agar bagaimana bencana non alam covid-19 jangan sampai mengganggu sendi-sendi perekonomian masyarakat.

Begitu juga tiga program lainnya, tidak lain sebagai upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat. Target realisasi program tersebut tentunya akan dicapai dengan kerjasama yang baik antar leading sektor dan tentunya dengan dukungan penuh masyarakat, khususnya pihak legeslatif.

Ia mengakui, tahun pertama kepemimpinannya tidaklah mudah. Segudang pekerjaan dan tugas besar sudah ada di depan mata dan membutuhkan perhatian serius untuk menuntaskan semua program tersebut.

Selain penanganan pandemi covid-19, terdapat dua program super prioritas nasional yang harus mendapat atensi dan pengawalan ketat dari pemerintah daerah, yakni pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus dan pembangunan sirkuit Moto GP.

Dua program prioritas tersebut menjadikan Lombok Tengah sebagai salah satu sorotan nasional dan dunia internasional sehingga keberhasilannya merupakan satu tanggungjawab besar, tidak hanya bagi pemerintah tapi juga seluruh masyarakat Lombok Tengah.

Namun tugas ini tidaklah mudah. Mengingat masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam dua program super prioritas tersebut, di antaranya konflik lahan, tata ruang, masalah pelayanan publik, pendidikan dan kesehatan. Ditambah dengan tuntutan untuk segera menyelesaikan sarana dan prasarana Kawasan Khusus Mandalika menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Lombok Tengah.

Oleh karena itu, kolaborasi seluruh elemen untuk bergerak dalam satu visi bersama sangat dibutuhkan. Dengan kerjasama yang baik, Lombok Tengah diyakini akan mampu menjadi kabupaten yang tumbuh dan berkembang oleh interaksi dan sinergi kreatif seluruh warganya, serta mampu menjembatani semua kepentingan kolektif yang ingin tumbuh dan berkembang di dalamnya.

“Kami yakin jika semua elemen bergerak bersatu mengambil peran, kita akan segera keluar dari kondisi sulit ini dan menjadikan Lombok Tengah sebagai barometar pertumbuhan dan penggerak perekonomian Indonesia,” kata Pathul.

Lebih lanjut Pathul menjelaskan, berbagai harapan masyarakat akan diiktiarkan dalam visi besar yakni Lombok Tengah Bersatu Jaya (Beriman, Sejahtera, Bermutu, Maju dan Berbudaya). Visi ini merupakan kelanjutan dari visi pemerintahan sebelumnya. Karena bagaimanapun juga, pihaknya juga merupakan bagian dari pemerintahan tersebut. Visi ini sendiri merupakan sebuah cita-cita yang digali dari nilai-nilai kehidupan masyarakat Lombok Tengah.

Pihaknya berjanji akan mengemban amanah dan kepercayaan masyarakat dengan penuh tanggung jawab. Apa yang diamanatkan saat ini akan dipertanggungjawabkan, baik di dunia dan akhirat.

Pathul menegaskan, sebagai bupati pihaknya hadir tidak hanya mewakili satu golongan, satu kelompok atau partai tertentu, tetapi untuk seluruh warga Lombok Tengah. Adapun perbedaan pilihan di masa Pilkada biarlah berlalu karena yang terpenting saat ini adalah bersatu kembali dengan semangat yang sama.

“Sekarang tidak ada lagi Menah Tandur, Wayen te Wah, Manthab, Maiq Meres ataupun Sadar. Semua identitas itu kini telah melebur menjadi satu yaitu menjadi warga Lombok Tengah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada H. Suhaili FT yang telah menyelesaikan masa pengabdian selama 10 tahun. Secara pribadi pihaknya merasa bahwa kebersamaanya dengan politisi Partai Golkar tersebut merupakan sebuah kehormatan. Banyak hal yang ia pelajari dari seorang Suhaili, termasuk dalam hal kepemimpinan yang tentu akan diterapkan di masa kepemimpinanya ini.

“Kerja keras yang pak Suhaili dapat tercermin dengan hasil pembangunan yang bisa kita lihat dan nikmati bersama saat ini. Tidak berlebihan jika Bapak H. Suhaili dijuluki sebagai Bapak Pembangunan Lombok Tengah,” pungkasnya. (dar)

Kerja sama Bagian Humas Sekretariat DPRD dengan LOMBOKSATU.com

No More Posts Available.

No more pages to load.