Kades Setungkeplingsar: Cegah Covid-19, Perlu Hidupkan Kearifan Lokal

oleh -223 views

LOMBOKSATU.com – Kepala Desa Setungkeplingsar Kecamatan Keruak Lombok Timur, Saipul Muslimin mengatakan, untuk mencegah penyebaran pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2), Pemerintah Desa (Pemdes) Setungkeplingsar sejak awal sudah melakukan berbagai upaya agar masyarakat tidak ada yang terjangkit.

“Kami bersama semua jajaran telah melakukan pencegahan dan melakukan penindakan dengan cara melakukan sosialisasi dan melakukan tindakan terhadap warga yang baru pulang dari luar daerah maupun luar negeri untuk dilakukan pemeriksaan di puskesmas,” papar Saipul Muslimin, Sabtu (28/03/2020) di Lingsar.

Selain itu, papar Saipul Muslimin, melalui tim pemerintah desa telah dibentuk dengan melibatkan semua potensi yang ada, telah melakukan penindakan dengan cara melakukan program sambang warga untuk memantau aktivitas masyarakat agar benar-benar menjaga kesehatan bersama.

“Karena hal itu sangat penting sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 sebagaimana surat edaran pemerintah. Menjaga kesehatan diri merupakan cara menyelamatkan diri dan orang lain dalam menghidari virus yang sudah banyak memakan korban itu,” kata Kades yang juga mantan jurnalis itu.

Sampai saat ini pihaknya telah melakukan tindakan berupa pemberian fasilita bagi warga yang dengan menaruhkan tempat cuci tangan di semua sudut desa beserta fasilitasnya berupa sabun. Hal itu sebenarnya kata Saipul, sudah diajarkan oleh nenek moyang dengan cara menaruh bong (tempayan) di depan rumah tapi itu ditinggalkan.

“Dulu nenek moyang kita bangsa Sasak menaruh bong di depan rumah, artinya sebelum masuk rumah kita harus cuci kaki tangan untuk membersihkan segala hal, baik itu kuman yang tidak kelihatan atau hal yang kelihatan. Jadi mari kita kembali menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal kita untuk hidup bersih. Menghidupkan cara masa lalu bukan berarti kita tidak modern,” urai Kades sedikit teoritis.

Selain pendekatan lokal, paparnya, perlu pendekatan religi dengan memperbanyak zikir dan doa untuk mengingat Nenek Kaji Sak Kuase (Allah Yang Maha Kuasa), karena ini bisa jadi cobaan bagi hambaNya. “Jadi mari kita mendekatkan diri padaNya,” ulas alumni jurusan Pendidikan Agama Islam itu.

Ia juga menyampaikan, pemerintah desa sudah memberikan hand sanitizer kepada masyarakat yang aktivitasnya agak tinggi, sarung tangan, dan masker. “Khusus masker kita akan berikan kepada semua kepala keluarga,” papar kades dua periode itu.

Ia menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan menghindari keramaian serta menjaga jarak ketika berkomunikasi karena hal itu merupakan langkah penting dan nyata untuk menghindar dari keterjangkitan virus corona meskipun sampai saat ini belum ada yang terindikasi.

“Kami juga berharap kepada warga yang memiliki keluarga yang akan pulang dari luar daerah maupun luar negeri untuk melaporkan kepada tim atau relawan agar bisa kita dengan cepat mengambil langkah tepat sebagimana instruksi pemerintah,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.