Rencana Pembangunan Kereta Gantung, Pemerintah Diminta Tinjau Ulang

oleh -144 views
Fhoto ilustrasi

LOMBOKSATU.com – Rencana pembangunan kereta gantung yang akan dibangun di kawasan gunung Rinjani masih menuai pro kontra karena dinilai akan merugikan masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya lewat porter dan lainnya. Selain itu juga dinilai akan merusak lingkungan dan satwa yanh hidup di hutan.

Sementara bagi yang pro, pembangunan itu akan memberikan manfaat besar karena tidak akan mengganggu pendapatan masyarakat, malah porter dan pegiat wisata akan mendapatkan penghasilan yang meningkat. Hal itu disebabkan kunjungan akan meningkat karena ada fasilitas yang mudah.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Ihwan Sutrisno salah seorang yang kontra dengan rencana itu meminta pemerintah daerah meninjau kembali rencana pembangunan kereta gantung Rinjani.

Menurutnya, sebelum direalisasikan perlu diadakan studi kelayakan, baik mengenai dampak kerusakan lingkungan ataupun imbasnya bagi perekonomian masyarakat setempat.

Secara pribadi pihaknya mengaku tidak setuju dengan rencana tersebut, sebab menurutnya, kereta gantung dengan segudang peralatannya akan mengganggu flora dan fauna di kawasan Rinjani dan akan merusak kesakralan Rinjani yang selama ini dijaga oleh para pemangku adat dan masyarakat Lombok.

Dilihat dari dampak ekonomi kata dia, tidak banyak berpengaruh, justeru akan mematikan mata pencaharian masyarakat. Contohnya, penghasilan masyarakat yang sebelumnya berprofesi sebagai porter akan berkurang.

Begitu juga para pedagang di sekitar titik awal pendakian bisa gulung tikar. Sebab, lanjut Ihwan, para pengguna kereta gantung tidak mungkin akan berbelanja sebagaimana pendaki karena titik keberangkatannya diapstikan steril dari pedagang.

Dari sisi pendapatan asli daerah (PAD), juga tidak akan signifikan, mengingat sebagian keuntungan yang bersumber dari tiket kereta gantung diyakini hanya akan dinikmati oleh investor.

“Saya khawatir dan sangat yakin kereta gantung ini hanya akan menguntungkan para pemodal, sementara kita hanya bisa jadi penonton,” kata Ihwan di rumahnya, Sabtu (25/02/2020).

Seharusnya yang dilakukan pemerintah saat ini adalah membenahi jalur pendakian dan mengatasi berbagai persoalan di Rinjani seperti sampah dan lain lain.

Ia menyarankan pemerintah Lombok Tengah semestinya membuka sub tracking di beberapa titik pendakian. Hal itu diyakini lebih epektif dan mampu meningkatkan sektor pariwisata di wilayah Utara. Disamping pembenahan beberapa obyek wisata seperti Aiq Bukak, Benang Kelambu dan beberapa destinasi wisata lain di wilayah utara. (gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.