Wonderfull Kura-kura Beach Festival Diharapan Masuk Kalender Event

oleh -228 views
Pantai Kura-kura Desa Sungkun Lombok Timur-NTB

LOMBOKSATU.com – Lombok Timur memiliki banyak destinasi wisata alam yang memukau dunia, salah satunya adalah pesona keindahan Gunung Rinjani yang di atasnya terdapat Danau Segara Anak yang terletak pada ketinggian sekitar 2000 mdpl dengan luasnya 1.100 ha dan kedalaman 230 meter.

Selain itu, Lombok Timur banyak memiliki event-event budaya yang menyajikan budaya khas Sasak, seperti perisaian, belanjakan, ritual rebo bontong, ngayu-ayu atau nede (ritual mohon hujan), event bau nyale dan lain sebagainya.

Event bau nyale merupakan tradisi masyarakat khususnya bagian selatan yang biasa diselenggarakan di pantai Kaliantan dengan branding Festival Kaliantan. Namun untuk tahun 2020 kegiatan di pusatkan di Pantai Kura-kura Desa Ekas Buana.

“Tajuk event di pantai Kura-kura yakni Wonderfull Kura-kura Beach Festival dengan harapan event ini bisa masuk dalam kalender event nasional,” ungkap Ketua Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Lombok Timur, Amaq Mila, Rabu (14/01/2020).

Meski dipusatkan di pantai Kura-kura, kegiatan bau nyale tetap berjalan di beberapa tempat seperti Pantai Kaliantan Desa Seriwe, Batu Dagong Desa Kuang Rundun, dan Pantai Kura-Kura Desa Ekas Buana karena tempat itu merupakan pusat bau nyale bagi masyarakat sejak dulu. Ketiga tempat itu merupakan kawasan pantai yang penuh pesona sehingga banyak menarik perhatian wisatawan.

Amaq Mila

“Kalau bau nyale bisa di tiga tempat itu, hanya saja pusat kegiatan dengan pertunjukan berbagai atraksi budaya di Pantai Kura-kura,” ujarnya praktisi budaya yang konsen pada event perisean itu.

Lebih lanjut dikatakan, Amaq Mila, agar Core Event Festival Kaliantan tidak hilang ia berencana akan menggelarnya pada pesta bau nyale poto atau penutuk (terakhir/penutup) karena Festival Kaliantan sempat meraih penghargaan sebagai Event Terpopuler dalam acara Malam Anugerah Kepariwisataan Kabupaten Lombok Timur 21 Desember 2019 sehingga hal itu harus tetap dipertahankan.

Selain itu, Core Event Festival Kaliantan dibranding oleh Direktur Jendera Sejarah dan Purbakala, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Gede Pitane pada bulan Februari 2012 yang pada saat itu ia sebagai penyelenggara.

Oleh karena itu, bagi Amaq Mila, Core Event Festival Kaliantan harus tetap dipertahankan. “Jika pemerintah daerah fokus di Pantai Kura-kura, maka kami atas nama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Lombok Timur akan gelar Festival Kaliantan. Dengan harapan supaya event yg sudah di branding ini tidak hilang, dan itu kami akan gelar nanti pada event bau nyale poto,” ujarnya.

Ia mengaku, untuk mendukung event wonderfull Kura-kura Beach 2020, ia sudah menyiapkan konsep acaranya yakni, menggelar seni pertunjukan peresean, seni pertunjukan wayang kulit, seni pertunjukan teater/drama dan beberapa kegiatan hiburan lainnya yg direncanakan berlangsung 14-15 Februari 2020.

Ia melihat momentum event tradisi bau nyale di Pantai Kura-kura ini sangat tepat untuk melakukan promosi pariwisata, hal ini menunjukkan bahwa di tempat lain di Lombok Timur juga ada lokasi Bau Nyale yang sudah turun temurun dari nenek moyang masyarakt Sasak.

No More Posts Available.

No more pages to load.