RESES, Syamsul Luthfi: “Kita akan Bentuk Kelompok Wirausaha Baru”

oleh -194 views

LOMBOKSATU – Kunjungan reses pertama dilakukan anggota DPR RI dari Partai NasDem Dapil NTB 2, HM Syamsul Luthfi bersama sekelompok pemuda membawa konsep pemberdayaan ekonomi umat untuk anak muda yang ingin berwirausaha.

HM. Syamsul Luthfi pose bersama masyarakat dan pemuda saat reses
HM. Syamsul Luthfi bersama pemuda saat reses

“Konsep pemberdayaan ekonomi ummat harus dilakukan pemberdayaan dari akar rumput dengan menggalakkan usaha-usaha mikro dan UKM,” ungkap Syamsul Luthfi saat reses, Ahad (29/12/2019).

Ia menyebutkan, dahulu pernah membuat program pemberdayaan ekonomi berbasiskan pariwisata yang diberi nama Sunrise of Lombok untuk memperkenalkan Lombok Timur yang merupakan tempat matahari terbit, maka marilah berkunjung ke Lombok Timur.

“Di sana nantinya akan ada usaha-usaha mendampingi, seperti kuliner-kuliner, kaos, pernak-pernik. Apalagi dengan adanya KEK Mandalika dengan adanya Motor GP, kita jangan mau menjadi penonton, harus menjadi pemain dengan cara membuat usaha-usaha yang dibutuhkan di sana, misalnya pembuatan kaos-kaos yang ada kata-kata yang bercirikan Lombok,” ulasnya.

Program pemberdayaan ekonomi ummat untuk kaum muda di Lombok Timur akan ditempa untuk berjiwa mandiri, sehingga mampu menumbuhkan wirausaha-wirausaha baru sekaligus membuka lapangan kerja seluas-luasnya anak muda.

Luthfi memaparkan, jika program pengembangan ekonomi ummat untuk anak muda ini berjalan dengan baik, maka dalam waktu satu tahun akan menghasilkan setidaknya 20 kelompok wirausaha baru. Karena setiap kali resesnya akan kita launching 4 kelompok usaha anak muda dapat terwujudkan.

“Bisa dibayangkan, ketika 20 kelompok ini dapat melaksanakan aktivitas usahanya dengan baik, di mana kelompok-kelompok ini akan terbagi ke dalam kluster-kluster usaha, maka dipastikan kelompok usaha tersebut bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat, terutama yang ada di dusun maupun desa,” urainya.

Tentu hal ini menjadi angin segar bagi generasi milineal saat ini dalam konteks melatih kemandirian ekonomi masyarakat berbasis jasa, dengan konsep perekonomian yang riil, seperti jasa cuci mobil dan motor, jasa bimbingan belajar untuk anak-anak SD, SMP dan SMA, jasa guru tahfizd, jasa pelatihan seni dan komputer dan lain-lain.

Oleh karena basisnya adalah jasa, kata dia, maka diperlukan gagasan-gagasan ekonomi yang kreatif jangka panjang yang diharapkan mampu bersaing baik di tingkat regional hingga nasional.

“Karena roda persaingan ekonomi semakin ketat dari desa hingga dusun, maka diperlukan generasi-generasi muda yang mentalitas usahanya tekun dan kokoh dalam bersaing untuk menciptakan hal-hal baru sebagai intrumen penunjang pengembangan usaha yang dimiliki,” jelasnya.

Dengan gagasan itu, Luthfi yang merupakan anggota Komisi II DPR RI asal Fraksi NasDem ini berharap usaha-usaha yang berbasis jasa tersebut tidak hanya dapat menawarkan satu jenis usaha, tapi juga terintegrasi satu sama lain.

Luthfi mencontohkan, di area cuci mobil dan motor bisa juga ditawarkan jualan kopi, minuman dan gorengan sembari menunggu cucian mobilnya selesai. Ini persis dengan pepatah, sekali mendayung dua lautan terlampaui.

No More Posts Available.

No more pages to load.