Tuntas 100 Persen, Kabid PSP Berharap Produktivitas Petani Meningkat

oleh -214 views

LOMBOKSATU – Kepala Bidang Prasaran dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian (Distan) Lombok Timur, Lalu Fathul Kasturi mengatakan, semua program yang digelontorkan kepada petani melalui bidang PSP tahun 2019 ini sudah tuntas 100 persen sesuai dengan perencanaan dan target yang sudah ditentukan.

“Program pembangunan di bidang PSP di antaranya, pembangunan embung di enam kecamatan, dam parit 6 lokasi, irigsi air tanah dangkal 8 lokasi, jalan usaha tani 13 titik, jaringan irigasi tersier 43 titik, pembangunan perpompaan, dan long storage 1 titik di kecamatan Sambelia,” jelasnya.

Baca: Program Irigasi Air Dangkal, Petani Sebut Manfaatnya Besar

Semua program itu menurutnya, diperuntukkan kepada masyarakat agar memperoleh hasil produksi maksimal sehingga masyarakat lebih sejahtera. Pemerintah pusat saat ini menarget Indonesia bisa menjadi negara dengan swasembada pangan. Oleh sebab itu, untuk mengejar target maka dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai.

“Kalau sarana dan prasana baik makan akan berdampak pada produktivitas petani. Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk menuju swasembada pangan,” jelas Lalu Kasturi saat meninjau lokasi pembukaan jalan usaha tani di Desa Pemongkong Jerowaru, Sabtu (28/12/2019).

Menurut kabid yang akrab disapa Mamiq Kasturi ini, pembukaan jalan baru bagi para petani akan memberikan manfaat besar seperti yang diakui masyarakat yang baru saja dibukakan akses jalannya. Melalui pembukaan jalam, para petani lebih menghemat biaya terutama pada jasa pengangkutan.

“Dana pembangunan sarana prasarana irigasi tahun ini bersumber dari dana DAK, DBHCHT dan dana Tugas Pembantuan dengan total anggaran Rp 10 miliar di luar rehab beberapa kantor UPP dan pemagaran,” kata Fathul saat meninjau hasil kerja Dinas Pertanian di empat kecamatan, Sabtu (28/12/2019).

Dijelaskan, jumlah lokasi pembanginan fasilitas untuk masyarakat tani seperti yang telah disebut di atas sebanyal 103 titik yang tersebar semua kecamatan dengan jumlah dana yang variatif, mulai dari Rp80 jutaan sampai Rp200 jutaan yang dikerjakan swakelola (kelompok tani) dan sebagian kontraktual.

Ia berharap, semua program yang telah diberikan pemerintah dapat dimanfaatkan oleh semua petani untuk meningkatkan produktifitas pertanian sehingga berdampak pada kesejahteraan mereka.

“Kami harap petani menjaganya dengan baik agar bisa bertahan lama, terutama bantuan yang bersifat barang seperti perpompaan dan irigasi air tanah dangkal,” harapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.