Program Irigasi Air Dangkal, Petani Sebut Manfaatnya Besar

oleh -208 views

LOMBOKSATU.com – Untuk memastikan pemanfaatan berbagai program pembangunan irigasi yang digelontorkan pada masyarakat tani, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Lombok Timur, Lalu Fathul Kasturi mengajak awak media turun langsung ke lokasi program.

Dari ratusan lokasi program, awak media diajak melihat sampel dari dekat di empat kecamatan yakni, Desa Penada Gandor Labuhan Haji berupa program bantuan irigasi air dangkal, Desa Pemongkong Jerowaru berupa jalan usaha tani, Desa Tanak Kaken Sakra Barat berupa jaringan irigasi tersier, dan Desa Lendang Nangka Masbagik berupa perpomaan.

Selain melihat pemanfaat program, awak media juga berkesempatan berkomunikasi secara langsung dengan beberpa ketua kelompok tani. Salah satunya, Ketua Kelompok Tani Bagek Gaet Desa Peneda Gandor, Fahrudin dan sejumlah anggotanya.

Menurut Fahrudin, program yang diberikan dinas pertanian tahun 2019 ini sangat bermanfaat bagi petani, terlebih pada kondisi musim kemarau seperti sekarang ini, meski hujan sudah mulai turun.

“Alhamdulilah dengan adanya program pembangunan irigasi sumur dangkal dari pemerintah, petani sangat merasa terbantu karena bisa mengairi lahan meski musim kemarau. Sebelumnya lahan kami kering dan susah mendapatkan air,” kata Fahrudin disela-sela kesibukannya bekerja, Sabtu (28/12/2019).

Dituturkan Fahrudin, sebelum adanya sumur dangkal, para petani hanya mengandalkan aliran sumber air dari dam yang terletak di Desa Greneng Sakra Timur. Sekarang dengan adanya bantuan ini pola tanam petani juga berubah.

“Semula hanya menanam padi sekarang bisa bervariasi dengan menanam tanaman palawijaya bahkan petani juga dapat menggunakan sistem tumpang sari seperti menanam tembakau, cabai, dan lain sebagainya,” tutur Fahrudin.

Sementara itu Kabid PSP, L. Fathul Kasturi mengungkapkan kepada media, adapun nilai keseluruhan anggaran program yang dikelolanya khusus untuk sarana irigasi yang dikerjakan secara kontraktual maupun swakelola sebesar Rp 12 miliaran yang bersumber dari Dana Tugas Pembantuan (DTP), Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Baca: Program PSP Tuntas 100 Persen

“Alhamdulilah pada bulan Oktober lalu seluruh pembangunan fisik yang ada pada Bidang PSP 100 persen tuntas dikerjakan, begitu juga dengan keuangan sudah 98 persen terserap sementara 2 persennya untuk biaya pajak dan lain-lain,” ulas kabid low profile itu.

Ia berharap kepada para kelompok tani yang sudah menerima bantuan dari program pemerintah seperti saat ini untuk dapat memanfaatkan dan memeliharanya dengan baik, agar selalu dapat digunakan dalam jangka waktu lama.

No More Posts Available.

No more pages to load.