Komisi II DPRD Loteng Puji Kemajuan PDAM

oleh -969 views
oleh
Ketua Komisi II, HL.Kelan saat berdiskusi dengan Plt.Dirut PDAM, Bambang Tamtomo
Ketua Komisi II, HL.Kelan saat berdiskusi dengan Plt.Dirut PDAM, Bambang Tamtomo

LOMBOKSATU.com – Kemajuan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mendapat pujian dari Komisi II DPRD Lombok Tengah.

AddKetua Komisi II DPRD Lombok Tengah HL Kelan menegaskan sejak dulu pihaknya tidak pernah mendengar adanya cash flow, sekarang sampai Rp 5 miliar lebih.

Menurutnya, ini membuktikan bahwa adanya kemajuan yang luar biasa. Terutama pada pelayanan, ada istilah call center, setiap pelanggan yang memiliki keluhan dapat secara langsung mengadukan.

“Ini sangat luar biasa kemajuannya dalam pelayanan kepada masyarakat Lombok Tengah,” kata Kelan, Jumat (22/04/2022).

Kemudian terkait dengan perubahan nama PDAM, politisi Golkar ini mendukung dan segera dibahas. Sementara, pengembangan lahan usaha baru dari PDAM untuk menjual air kemasan dan seterusnya juga dirinya dukung. “Termasuk perbaikan-perbaikan sumber mata air yang selama ini menjadi persoalan,” tuturnya.

Kalaupun terkait dengan biaya dan sebagainya pihaknya mendorong supaya membuat RAB untuk didukung, termasuk mengajukan kepada pemerintah daerah supaya debit air yang dengan kapasitas 651.000 liter per detik untuk kebutuhan konsumen sekarang hanya mampu mengaliri sekitar 500.000 literally per detik masih kurang sekitar 140 liter per detik.

Adanya janji sumbang PAD oleh PDAM ke Pemkab sekarang sudah menunjukkan ada perubahan terhadap peningkatan keuntungan dan sebagainya terkait dengan CSR 0,5 persen per tahun dari pendapatan laba bersih, yakni itu sekitar 30 juta, tetapi dalam kenyatannya malah menghabiskan lebih dari itu. Katanya, ini dalam bentuk bantuan sosial dan sebagai apresiasi itu sudah ada kemajuan.

Sementara, Plt Direktur PDAM Lombok Tengah, Bambang Supraptomo mengatakan dengan perkembangan yang ada di PDAM sejak adanya direksi baru, pihaknya sudah melakukan penataan perbaikan baik di bidang umum, keuangan dan teknik.

Hal ini terkait dengan peningkatan kualitas pelayanan secara teknis maupun non teknis sudah jelas merupakan salah satunya peningkatan. Sementara, bidang non teknis misalnya adanya call center hari ini yang cukup luar biasa mengingat pelayanan dengan adanya sistem ini mempermudah pelanggan dalam menyampaikan keluhannya.

“Kami sudah paparkan juga disamping itu tadi juga oleh DPR soal apa saja sih yang mau dibutuhkan oleh PDAM ke depan, DPR kemudian bisa support dasar penganggaran dan lain sebagainya,” kata Bambang.

“Intinya DPRD sudah mengapresiasi perubahan-perubahan yang ada,” sambungnya. Untuk itu, Bambang berharap ke depan PDAM mampu menyetorkan PAD dan ini diharapkan supaya PDAM oleh DPRD sebagai salah satu perusahaan daerah harus mampu memberikan PAD atau dividen kepada daerah.

“Masih mengacu regulasi lama bahwa supaya dapat menyetorkan dividen kepada daerah karena sudah cakupan pelayanan mencapai 85 persen,” jelasnya.

Bambang kemudian bicara soal service oriented, pelayanannya dulu harus dikedepankan baru kemudian dapat berbicara soal profit.

“Kita tetapi optimis untuk sampai pada berapa kemampuan, apa profit yang bisa dihasilkan di tahun 2022 ini. Kami sudah jawab dan mudah-mudahan ini bisa tercapai,” katanya. (Dar)