Dewan Soroti Anjloknya Harga Gabah

oleh -655 views
oleh
Proses panen padi di salah satu areal pertanian di Kota Praya
Proses panen padi di salah satu areal pertanian di Kota Praya

LOMBOKSATU.com – Anjloknya harga gabah mendapat perhatian serius dari kalangan legeslatif. Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah Ahmad Ripai mengungkapkan bahwa harga gabah saat ini sangat merugikan petani.

Bagaimana tidak, harga jual gabah kering hanya Rp 300 s/d 400 ribu per kwintal oleh perusahaan mitra Bulog. Sedangkan biaya dari menanam hingga panen sangat besar.

Anehnya, sampai saat ini belum ada langkah-langkah kongkrit yang dilakukan dan diambil pemerintah dalam menstabilkan dan menitervensi harga gabah demi menyelamatkan petani.

Ditegaskan, penyerapan gabah petani dengan harga di bawah HPP tersebut merupakan kesewenang-wenangan yang dilakukan perusahaan mitra Bulog.

Kesewenang-wenangan itu terjadi, menurutnya disebabkan karena acuh tak acuh dan apatisnya pemerintah daerah yang tidak mengontrol, menutup mata dan telinga terhadap persoalan petani.

“Lakukan operasi pasar, lakukan evaluasi berkala. Kalau Perusahaan mitra kerja Bulog tetap sewenang-wenangan (menyerap gabah dibawah HPP) dan terus melakukan hal yang sama, cabut ijinnya,” tegasnya.

Sementara itu Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Lombok Tengah, meminta kepada para petani untuk tidak terburu- buru menjual gabah mereka.

Pasalnya memang saat ini memasuki musim panen, ternyata harga gabah menjadi anjlok. Sehingga petani diminta untuk sementara menyimpan gabah tersebut, sembari menunggu harga gabah stabil.

Sekertaris Distanak Lombok Tengah, Fathurrahman menegaskan bahwa, sampai dengan saat ini pihak dinas masih intes turun ke lapangan untuk memantau harga gabah di petani.

Saat ini, harga gabah kisaran Rp 400.000 perkintal. Padahal jika tidak pada musim panen, harga bisa sampai Rp 500.000 perkintal bahkan bisa lebih besar tergantung dari kualitas gabah tersebut.

Memang dari pantauan dinas, rata- rata harga gabah ini Rp 400.000 per kwintal dan memang harga gabah biasanya bervariasi dan kalau musim panen biasanya anjlok.

“Tapi tidak ada di bawah harga Rp 400.0000, dan memang harga itu tergantung kualitas,” ungkap Fathurrahman kepada wartawan, Kamis (10/03/2022).

Meski harga mengalami penurunan, tapi dianggap tidak terlalu signifikan bahkan harga gabah di Lombok Tengah dianggap masih jauh lebih baik dari yang lainnya. Mengingat kualitas dari gabah milik petani juga dianggap bagus.

“Jadi, karena sekarang stok banyak dan permintaan sedikit, maka harganya menjadi turun. Tapi kalau tidak musim panen bisa sampai Rp 500.000 hingga Rp 600.000,” tegasnya.

Diperkiraan untuk panen saat ini baru 40 persen dari luas tanam sekitar 50.000 hektar. Rata-rata satu hektar bisa menghasilkan 5 ton gabah dengan hasil yang lumayan bagus.

“Memang padi sudah ditanam oleh banyak petani mengingat padi ini komuditas yang strategis karena memang ini terkait tataniaga,” terangnya.

Hanya saja agar para petani tidak merugi dengan kondisi harga gabah yang anjlok, pihaknya meminta kepada para petani untuk tidak menjual dulu gabah mereka.

Para petani bisa menyimpan gabahnya dulu dan baru dijual nantinya jika harga gabah sudah membaik. Di satu sisi, para petani juga diharapkan agar jangan mudah tergiur dengan tawaran dari tengkulak.

“Sebenarnya kalau petani lebih bersabar, maka mereka bisa menjual dengan harga yang lebih tinggi. (Dar)