Kinerja Selaparang Finansial Diapresiasi Wabup

oleh -1.179 views
oleh
Wabup Lombok Timur H Rumaksi saat menghadiri rapat di PT Selaparang Finansial
Wabup Lombok Timur H Rumaksi saat menghadiri rapat di PT Selaparang Finansial

LOMBOKSATU.com – Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur H.Rumaksi mengakui kinerja Badan Usaha Milik Daerah PT Selaparang Finansial (SF) terus menunjukkan peningkatan meskipun pada masa pandemi.

Salah satu indikator yang dapat dilihat dari realisasi laba bersih tahun buku 2021 yang mencapai 97 persen dari target atau senilai Rp. 4,962 miliar. Jumah tersebut naik dari tahun sebelumnya 6,21 persen atau sebesar Rp. 290 juta.

Prestasi dari jajaran direksi dan karyawan PT. Selaparang Finansial itu diapresiasi Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi saat membuka Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung Senin (14/03/2022).

Ia juga mengakui, Selaparang Finansial merupakan satu-satunya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sudah dapat berkontribusi terhadap APBD Lombok Timur.

Wabup juga menyadari kondisi keuangan daerah yang belum mampu memberikan tambahan penyertaan modal seperti harapan direksi maupun komisaris PT Selaparang Finansial.

Meski ia menyadari pentingnya penyertaan modal untuk pengembangan perusahaan, tetapi keuangan daerah belum bisa memberikan penyertaan modal. Namun begitu, Wabup berjanji akan mengupayakannya.

Direktur Utama PT Selaparang Finansial Iva Nuril Solihani dalam laporan keuangannya menyampaikan rasio keuangan dinyatakan sehat dengan Return on Asset (RoA) atau kemampuan perusahaan memperoleh laba dari aktiva yang digunakan pada tahun buku 2021 terealisasi sebesar 6,03 dari target 6,468.

Kondisi lainnya adalah Return of Equity (RoE) atau kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan ekuitas yang terealisasi sebesar 4,99 persen dari target 5,22 persen.

Selain itu Return of Investment (RoI) atau kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan yang digunakan menutup investasi yang dikeluarkan terealisasi 8,89 persen melampaui target 7,87 persen.

Sedangkan Beban Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO) atau biaya operasional yang digunakan mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan perusahaan melakukan kegiatan operasional adalah 40,52 persen.

Ia berharap ada penambahan penyertaan modal agar dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, seperti harapan semua pihak. Harapan serupa disampaikan pula Komisaris Utama H. Muhsan Sumardan.