Dewan Minta Pembangunan Hotel di Mandalika Diperbanyak

oleh -2.321 views
oleh
Yasir Amrillah
Yasir Amrillah

LOMBOKSATU com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah menyoroti kurangnya jumlah akomodasi berupa kamar hotel yang ada di daerah tersebut. Padahal event MotoGP akan segera berlangsung di sirkuit Mandalika.

Anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Yasir Amrillah mengatakan, seharunya ini menjadi moment untuk bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi hotel, sehingga sudah saatnya pembangunan hotel mulai digalakan di wilayah selatan.

Selama ini Lombok Tengah banyak mengandalkan PAD dari pajak hotel dan restoran. Di satu sisi jumlah hotel yang ada di daerah tersebut, sangat terbatas dan sangat jauh dari kecukupan untuk menampung para wisatawan yang akan datang berlibur terutama saat MotoGP mendatang.

“Solusi untuk bisa meningkatkan PAD kita saat ini adalah percepat pembangunan dan pengoperasian hotel. Jika hotel sudah beroperasi, maka PAD Lombok Tengah bisa didongkrak,” ungkap Yasir amrillah, Selasa (15/02/2022).

Padahal selama ini, pemerintah cukup mengandalkan pajak hotel dan hiburan. Namun sekarang jumlahnya sangat terbatas, sehingga kedepan harus ditambah jumlahnya.

Ia menegaskan, banyaknya event berskala nasional dan internasional tersebut terutama di KEK Mandalika, harus dijadikan peluang. Sehingga para investor yang sudah memiliki lahan dan berencana untuk membangun hotel, segera membangun.

Terlebih dalam event MotoGP yang akan berlangsung pada Maret mendatang, ternyata diketahui seluruh kamar hotel di daerah tersebut sudah full booking.

“Ini kita banyak event, tapi hotel-nya sangat kurang untuk menjadi lokasi menginap wisatawan. Maka jangan heran meski di daerah kita event berlangsung, tapi daerah lain yang menikmati hasil dengan hotel- hotel yang dijadikan tempat menginap bagi para wisatawan,” terangnya.

Pihaknya menegaskan, banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan hotel saat ini. Terlebih ITDC selaku pengelola KEK Mandalika memiliki lahan yang sangat luas dan tentunya sebagai BUMN akan sangat mampu menggaet para investor.

“Bagi investor yang sudah memiliki lahan dan belum di kelola, agar pemkab segera mengambil sikap. Kalau mereka lama membangun maka ambil saja kembali lahan tersebut dan berikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah, H Ahmad Supli mendorong pemerintah kabupaten agar proaktif melakukan pengecekan terhadap informasi penuhnya pesanan kamar hotel menjelang MotoGP ini.

Karena pihaknya tidak serta merta percaya terhadap informasi penuhnya hotel menjelang MotoGP ini bahkan ia curiga, informasi penuhnya pesanan tiket atau kamar hotel hanya permainan calo.

“Jika seperti ini kami khawatir penonton lari ke daerah luar dan juga penawaran harga kamar hotel yang cukup tinggi otomatis membuat wisatawan jera, maka jangan sampai penonton lari ke Bali,” tegasnya.

Di satu sisi berkaca pada gelaran World Superbike (WSBK) lalu, pihaknya tidak ingin hanya dibayangi PAD tinggi. “Nyatanya, PAD yang diimpikan sangat jauh dari target. Jadi harus kita benahi berbagai lini,” harapnya. (dar)