Pelaku Usaha di WSBK Disorot, Aweng: Pemerintah Harus Siapkan Regulasi

oleh -3.129 views
oleh
Tokoh Pengusaha Muda NTB Syawaluddin
Tokoh Pengusaha Muda NTB Syawaluddin

LOMBOKSATU.com – Fenomena pelaku pengusaha yang terlibat di dalam perhelatan event WSBK di Mandalika menjadi euforia dan efek peningkatan ekonomi yang luar biasa buat para pelaku usaha di NTB.

Namun di balik itu Pengusaha Muda NTB Syawaluddin menyoroti fenomena mahalnya tarif hotel dan jasa transportasi penunjang perhelatan World Superbike (WSBK) Mandalika.

Syawaludin melihat fenomena oknum pelaku pengusaha sudah tidak sehat dengan memanfaatkan keadaan yang memberikan tarif atau harga di luar batas kewajaran.

Oleh sebab itu, ia berharap kepada pemerintah untuk membuat regulasi supaya para pengunjung tidak kapok datang ke NTB. Hal ini disampaikan mengingat banyak keluhan wisatawan.

“Mereka terkesan memanfaatkan keadaan. Padahal masih banyak even motoGP 2022 yang akan mendatangkan wisatawan lebih banyak lagi,” tegas mantan Ketua umum HIPMI NTB periode 2018-2021 itu pada wartawan, Selasa (16/11/2021).

Jika hal itu dibiarkan, ia khawatir akan berdampak besar di masa mendatang. Jika wisatawan kapok maka kedepan, orang akan berpikir untuk lebih baik nonton dari siaran langsung atau dari jauh.

Semestinya, semua pihak mensyukuri dampak ekonomi yang diakibatkan oleh perhelatan event WSBK. Pengaruhnya terhadap perputaran roda ekonomi masyarakat NTB sangat besar.

“Namun dibalik itu semua, para pengusaha jangan mau makan sehari. Kenapa saya bilang demikian karena hari ini pemerintah tidak menyiapkan regulasi tentang batas atas maupun batas bawah rate hotel maupun transportasi,” harapnya.

Jika dibiarkan, hal ini berbahaya dan berdampak pada para pengunjung wisatawan yang akan datang nanti. Mereka bisa kapok datang kemari.

“Kalau sudah demikian, siapa yang akan rugi? Tentu, kita semuanya. Kalau pemerintah memang tidak bisa memberikan subsidi, maka regulasinya disiapkan,” urainya lagi.

Dengan regulasi tata kelola yang baik, ia yakin bisa dijadikan acuan oleh para pengunjung wisata yang akan datang ke Mandalika dan pulau Lombok pada umumnya.

“Hari ini hotel itu sudah full booking dan harga hotel itu gila-gilaan. Harganya hotel dua kali lipat dari harga biasa. Sewa kendaraan itu dua kali lipat, bahkan ada yang 3 kali lipat,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Aweng itu mencontoh kasus sewa mobil Alphard yang harganya sampai Rp6 juta per hari. “Ini kan gila, yang biasanya cuman Rp2,4 juta 1 hari hari, kemarin itu sampai Rp6 juta lebih,” tegasnya.

Aweng menekankan agar para pengusaha harus berpikir panjang dampak ke depannya. Masih ada MotoGP bulan April tahun 2022 dan lainnya. Event yang ada di Mandalika masih masih banyak yang akan mendatangkan tamu.

“Kalau semua mahal, akhirnya mereka cuma datang nonton lalu lebih memilih tempat tinggal di Bali atau memilih daerah-daerah yang dekat. Dan akhirnya kita nggak dapat apa-apa karena orang-orang pada kapok,” tegasnya.

Ia juga memaparkan, efek dari WSBK menurut data BPS ada peningkatannya 587 persen peningkatan ekonomi dari event wsbk ini. Keberadaan Mandalika itu menjadi sangat berdampak positif terhadap perkembangan ekonomi masyarakat.

“Event ini menjadi awal kebangkitan ekonomi masyarakat di masa pandemi ini. Dan harus menjadi catatan penting kita semua kita syukuri bahwa event ini menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi masyarakat NTB dan Lombok Tengah pada khususnya,” pungkas kader Partai Gerindra itu.