Lombok Timur Siapkan Operasi Katarak Gratis, Sasar Ratusan Warga

oleh -4 views
oleh
kadis
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur H. Lalu Aries Fahrozi

LOMBOKSATU.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyiapkan layanan operasi katarak gratis bagi ratusan warga melalui kolaborasi lintas sektor bersama tenaga medis spesialis mata dan mitra pendukung. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam sarasehan dan koordinasi lintas sektor yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur bersama jajaran pemangku kepentingan kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Pendopo Selong, Kamis (27/08/2026).

Kegiatan ini melibatkan camat, lurah, kepala desa, kepala puskesmas, dan tokoh masyarakat. Pelaksanaan program juga mendapat dukungan dokter spesialis mata yang berafiliasi dengan Rumah Sakit Mata Provinsi NTB serta lembaga donor internasional.

Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan penanganan sekitar 600 penderita katarak, ditambah 29 warga yang telah masuk dalam basis data rujukan.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur H. Lalu Aries Fahrozi menegaskan pentingnya keterlibatan aparat kecamatan hingga dusun untuk menggerakkan masyarakat mengikuti tahapan pemeriksaan. Mulai keesokan harinya, warga yang telah terdata akan difasilitasi menjalani penapisan awal (screening), termasuk pemeriksaan kadar gula darah dan tekanan darah.

“Tujuan utama kita adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Warga yang mengalami pandangan buram atau mata berair diimbau tidak perlu malu dan segera mendaftarkan diri melalui puskesmas terdekat agar bisa mengikuti operasi gratis yang akan dilaksanakan pada 11 sampai 13 September 2026 di Rumah Sakit Lombok Timur,” jelas Lalu Aris.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyoroti peningkatan anggaran jaminan kesehatan yang ditanggung pemerintah daerah. Pada 2026, alokasi BPJS Kesehatan tersebut mencapai lebih dari Rp147 miliar, meningkat dibandingkan anggaran 2025 sebesar Rp98 miliar.

Bupati menegaskan, peningkatan anggaran harus diikuti kualitas pelayanan yang baik di rumah sakit maupun puskesmas. Ia meminta dokter, perawat, bidan, dan seluruh tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang ramah serta mengutamakan kebutuhan pasien.

“Pemerintah daerah sudah membayarkan lebih dari Rp147 miliar untuk jaminan kesehatan masyarakat. Karena itu, saya minta kepada seluruh pemangku kesehatan di rumah sakit dan puskesmas untuk merawat masyarakat dengan baik. Senyum dalam pelayanan itu wajib, jangan bermuka masam. Program perencanaan semegah apa pun tidak akan ada gunanya kalau pelayanan buruk dan masyarakat tidak sehat,” tegas Haerul.

Ia juga mengingatkan bahwa gangguan penglihatan akibat katarak dapat memengaruhi kemandirian dan produktivitas masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi menghambat aktivitas warga yang bekerja sebagai pedagang, sopir, pengemudi ojek, hingga pelaku usaha mikro.

Melalui operasi katarak gratis ini, pemerintah daerah berharap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan dapat memperoleh akses pemeriksaan dan penanganan medis. Dukungan pemerintah, tenaga kesehatan, aparat wilayah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjangkau warga yang membutuhkan layanan tersebut.