Silaturrahmi, Wabup Tekankan Cegah Stunting Dimulai dari Pencegahan Perkawinan Anak

oleh -437 views
oleh

LOMBOKSATU.com – Suasana hangat menyelimuti halaman Yayasan Pondok Pesantren Al Badriyah Rarang, Kecamatan Terara, saat Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya bersilaturahmi dengan para pengurus, guru, staf, dan santri. Dalam pertemuan tersebut, Wabup menekankan satu pesan penting, pencegahan stunting tidak hanya dimulai dari soal gizi, tetapi juga dari upaya mencegah perkawinan anak.

Menurutnya, perkawinan anak masih menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya risiko stunting. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus mendorong berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren, untuk ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan.

Wabup Edwin menjelaskan bahwa pernikahan pada usia yang belum matang secara fisik dan psikologis dapat berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan anak. Kehamilan pada usia terlalu muda berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kekurangan gizi pada ibu hamil hingga meningkatnya kemungkinan lahirnya anak dengan kondisi stunting.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak awal, bahkan sebelum pernikahan. Salah satu langkah penting adalah memastikan generasi muda tidak menikah terlalu dini,” ujarnya, Ahad (01/03/2026) di Rarang .

Ia menilai pondok pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk pola pikir dan karakter generasi muda. Melalui pendidikan, pembinaan, dan keteladanan, pesantren dinilai mampu memberikan pemahaman yang lebih luas kepada para santri mengenai pentingnya mempersiapkan masa depan secara matang, termasuk dalam hal pernikahan.

“Pondok pesantren memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang sehat dan berkarakter. Melalui edukasi yang berkelanjutan, kami berharap pesantren dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan pemahaman kepada santri, wali santri, dan masyarakat tentang pentingnya menunda usia perkawinan hingga mencapai usia yang matang,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa upaya percepatan penurunan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Edukasi yang dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga lembaga keagamaan menjadi kunci dalam membangun kesadaran bersama.

Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pondok pesantren dalam mendukung program pembangunan sumber daya manusia di Lombok Timur. Harapannya, melalui peran aktif lembaga pendidikan keagamaan, generasi muda dapat tumbuh lebih sehat, berpendidikan, dan siap membangun masa depan yang lebih baik.