LOMBOKSATU.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur telah merilis data terbaru mengenai tingkat kemiskinan penduduk di wilayah ini.
Berdasarkan laporan BPS, persentase penduduk miskin di Kabupaten Lombok Timur pada Maret 2024 mengalami penurunan signifikan sebesar 1,12%, dari 15,63% pada tahun sebelumnya menjadi 14,51%.
Penurunan ini mencerminkan upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait dalam mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Timur.
Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur, HM Juaini Taofik memberikan tanggapan positif dan menyampaikan penghargaan atas kerja keras semua pihak yang terlibat.
Juaini Taofik mengatakan penurunan persentase penduduk miskin sebesar 1,12% menjadi 14,51% pada Maret 2024 adalah pencapaian yang patut diapresiasi.
Ini merupakan hasil dari upaya kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga terkait yang bersama-sama berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lombok Timur.
Kepala BPS Lombok Timur Muhadi mengatakan, jumlah penduduk miskin saat ini 185.030 jiwa dari 193,630 dengan penurunan sekitar 12.614 jiwa lebih.
Penurun tersebut, menurutnya tidak lepas dari upaya Pemerintah Daerah berkat kondisi perekonomian yang terus membaik salah satunya inflasi yang terkendali.
Pemda Lombok Timur dalam beberapa waktu terakhir melakukan berbagai upaya dalam pengendalian inflasi seperti Silaturahmi untuk Lotim Berkemajuan (SULTan).
Selain itu, perekonomian Lombok Timur yang masih didominasi sektor pertanian dengan hasil panen yang baik, ongkos buruh baik pertanian maupun buruh juga mengalami peningkatan sehingga meningkatkan pula daya beli masyarakat.
Ia menegaskan, adanya faktor pendistribusian beras bagi masyarakat miskin yang tepat waktu dan tepat sasaran sebagai hasil koordinasi pemda dengan Bulog yang juga memberi andil.
Muhadi menambahkan pula adanya faktor UHC yang telah dicapai Lombok Timur berdampak terhadap peningkatan daya beli sebab biaya kesehatan masyarakat yang ditanggung Pemda dapat dialihkan untuk pemenuhan kebutuhan pokok lainnya.
Tidak heran jika indeks kedalaman kemiskinan Lombok Timur juga turun 0,91 poin dibanding tahun sebelumnya, menjadi 2,66.
Indeks Kedalaman kemiskinan merupakan gambaran rata-rata jarak pengeluaran penduduk miskin dengan garis kemiskinan. Garis kemiskinan Lombok Timur sendiri adalah Rp. 583.957.
“Sementara itu indeks keparahan kemiskinan turun 0,39 poin dari tahun 2023 menjadi 0,77 pada tahun 2024 ini,” ujarnya Rabu (24/07/2024).
Indeks keparahan kemiskinan ini menggambarkan penyebaran atau ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.
Semakin tinggi indeks ini, maka semakin tinggi ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin. Ia berharap tren penurunan ini dapat berlanjut di tahun-tahun mendatang.





