Lotim Kekurangan Air Bersih, Bupati Perintahkan BPBD Segera Dropping

oleh -1.851 views
oleh
Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy pimpin rapat penanganan air bersih
Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy pimpin rapat penanganan air bersih

LOMBOKSATU.com – Persoalan air bersih di musim kemarau masih menjadi persoalan klasik. Sekarang ini, 7 kecamatan di Kabupaten Lombok Timur kembali terancam kekurangan air bersih.

Bahkan saat ini sejumlah kecamatan itu mulai melaporkan kekurangan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur.

Tujuh kecamatan yakni Jerowaru, Keruak, Sambelia, Suela, Aikmel, dan Lenek, sudah mengajukan distribusi air minum untuk masyarakatnya.

Menyikapi hal itu, Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy memerintahkan BPBD segera melakukan dropping air bersih di tujuh kecamatan dengan 38 desa terdampak tersebut.

Berdasarkan peringatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terdapat delapan kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) berstatus siaga bencana kekeringan akibat musim kemarau 2022.

“Dropping air bersih ini dilaksankan selama tiga bulan. Mulai Agustus hingga Oktober mendatang dan dapat segera dilaksanakan,” tegas bupati saat rapat penanganan dampak kekeringan, Kamis (11/08/2022).

Menurut bupati pemerintah terus berupaya menanggulangi kekeringan. Termasuk pembuatan sumur bor di sejumlah kecamatan yang rutin mengalami kekurangan air bersih seperti di wilayah selatan.

Tahun 2022 ini Lombok Timur mendapat bantuan dari bank dunia untuk pemenuhan air bersih dengan dana sebesar Rp 151 miliar yang dibagi dalam dua tahapan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mengatasi persoalan air bersih, sehingga tahun 2023 mendatang dropping air bersih tidak lagi diperlukan.

Bupati mengakui adanya kendala yaitu lokasi reservoar yang berada di lahan rawa, sehingga perencanaan lebih rincin atau detailed engineering desain (DED) harus dilakukan penyesuaian kembali.

Ketersediaan air bersih menjadi salah satu fokus Pemda Lotim di samping insfrastruktur seperti jalan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain sejumlah pimpinan OPD, para camat terdampak juga hadir menyampaikan persoalan yang dihadapi di masing-masing wilayah.