Puncak Hari Anak Nasional Terhubung 10 Titik Komunitas di Kawasan 3T

oleh -1.275 views
oleh
Mensos Rismaharini saat menghadiri puncak hari anak nasional di Lombok Timur
Mensos Rismaharini saat menghadiri puncak hari anak nasional di Lombok Timur

LOMBOKSATU.com – Puncak peringatan Hari Anak Nasional yang dipusatkan di Lombok Timur Provinsi NTB, Senin (01/08/2022) terhubung dengan 10 titik komunitas di kawasan terdepan terluar, tertinggal (3T).

10 Komunitas itu terdiri dari suku Anak Dalam di Jambi, suku Baduy Banten, suku Laut Pulau Bertam Kepulauan Riau, suku Asmat Papua Erosaman, suku Asmat Papua Amagais, Suku Asmat Papua Asatat.

Empat komunitas lainnya yakni, anak di wilayah perbatasan Sebatik Nunukan Kota Kecil Wini (Timor Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur), suku Dayak Meratus, dan pengungsi Majene.

Sementara dua titik di Sentra Terpadu Kemensos yakni Sentra Terpadu Soeharso di Solo dan Sentra Antasena Magelang. Sementara di Lombok Timur juga terpadu dengan Kecamatan Jerowaru, Terara, Sembalun, dan Pringgabaya.

Ratusan anak dari Kecamatan Selong, Sakra, dan Labuhan Haji menghadiri puncak peringatan hari anak nasional tahun 2022 yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Lombok Timur.

Di masing-masing lokasi, anak-anak melakukan berbagai aktivitas seperti bernyanyi, menari, dan bermain peramainan tradisional dengan melibatkan berbagai stakeholder.

Kegiatan puncak hari ini, Kementerian Sosial bersama Pemda Lombok Timur dan sejumlah lembaga membantu pemenuhan kebutuhan anak seperti alat bantu dengar, kacamata, kursi roda elektrik, kebutuhan pokok, hingga akta kelahiran dan kartu identitas anak.

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy bersama Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah mendampingi Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Anggota DPR RI Rahmat Hidayat hadir menyapa anak-anak.

Risma pada kesempatan itu juga berinteraksi dan mendengarkan harapan serta permohonan anak-anak untuk pemenuhan hak-hak mereka seperti bangunan sekolah, jembatan, alat transportasi, seragam sekolah dan kebutuhan lainnya.

Selain memenuhi harapan anak-anak tersebut, Risma juga memberikan motivasi agar anak-anak tidak mudah menyerah. Ia meyakinkan semua anak berhak untuk sukses.

Risma juga menitip pesan agar anak Indonesia berani, cerdas, menjauhi narkoba, dan menekankan pula untuk tidak menikah di usia anak.

“Kalian harus fokus pada lendidikan dengan tidak membedakan jenis kelamin, sebab pendidikan dan keberhasilan menjadi hak semua anak,” ucapnya.

Pada penyelenggaraan hari anak nasional ini Lombok Timur mendapatkan bantuan senilai Rp. 3,8 miliar yang didistribusikan kepada lebih dari empat ribu anak di seluruh kecamatan.

Bantuan tersebut meliputi bantuan kabutuhan khusus seperti kursi roda elektrik, tongkat lipat, alat bantu dengar, kacamata, paket khitanan, hingga rehab rumah layak anak, juga pengentasan kemiskinan ekstrim dengan pemasangan sambungan listrik dan PDAM.

Menteri Risma juga menyempatkan melakukan pengecekan bantuan rumah layak anak di Kelurahan Sandubaya Kecamatan Selong usai kegiatan puncak.

Sementara itu penyerahan bantuan sesuai kebutuhan anak telah berlangsung di 15 kecamatan sebelum pelaksanaan puncak hari anak nasional.

Tidak hanya bersifat fisik, dilakukan pula kampanye sosial tentang stop kekerasan terhadap anak, cegah perkawinan anak, dan pengasuhan yang baik. Kampanye bertujuan mempengaruhi sikap, pendapat dan perilaku orangtua dan masyarakat.