LOMBOKSATU.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus menunjukkan dukungan terhadap berbagai usaha kreatif masyarakat, baik di bidang ekonomi maupun seni dan budaya yang menjadi warisan papuq baloq (leluhur) masyarakat Sasak – Lombok.
Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya saat menerima pengurus Asosiasi Pelaku Industri Kecil Menengah (APIKM) dan sejumlah mahasiswa Prodi Seni Pertunjukan Universitas Hamzanwadi (UNHAM), Jumat (01/08/2025).
Dalam pertemuan yang turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK), Kepala Dinas Perhubungan, Satpol PP, Bank NTB Syariah, Camat Selong, dan sejumlah lurah.
Wabup Edwin memberikan apresiasi terhadap ide-ide kegiatan yang digagas baik oleh APIKM maupun mahasiswa UNHAM sebagai langkah kreatif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus melestarikan seni budaya masyarakat Lombok Timur.
Pemkab sangat mendukung setiap inisiatif kreatif masyarakat. Namun, penyelenggara tetap harus memperhatikan kelengkapan izin keramaian, pengelolaan parkir yang tertib, keamanan, dan kebersihan lingkungan. “Tidak kalah penting, kegiatan harus mampu merangkul masyarakat sekitar,” pesannya.
Wabup juga menekankan pentingnya kolaborasi antarorganisasi dan komunitas, serta koordinasi dengan pihak terkait agar kegiatan berjalan lancar dan memberi manfaat luas. Hal itu dinilai penting agar kegiatan tidak hanya seremonial, tetapi memberi dampak nyata bagi masyarakat.
APIKM sendiri berencana menggelar Car Free Night (CFN) dengan konsep berbeda dari bazar pada umumnya. Kegiatan yang direncanakan dua kali setiap bulan itu akan mulai diluncurkan pada pekan ketiga Agustus mendatang, Rabu malam, dengan lokasi dari simpang empat kantor DPRD Lotim. Pada tahap awal, CFN akan mengakomodasi sekitar 50 UMKM yang telah memenuhi persyaratan.
Di sisi lain, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan UNHAM juga akan menampilkan karya mereka dalam pentas seni drama, tari, dan musik pada Oktober mendatang. Pertunjukan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi kreativitas seni mahasiswa dan masyarakat Lombok Timur sekaligus sarana memperkuat identitas budaya lokal.
Dengan dukungan pemerintah daerah, kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan perekonomian pelaku UMKM, tetapi juga memperkaya ruang ekspresi seni dan budaya masyarakat Lombok Timur.





