LOMBOKSATU.com – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy memuji komitmen masyarakat Sembalun yang terus menjaga kelestarian ritual adat ngayu-ayu.
Hal tersebut disampaikan bupati saat acara puncak ritual adat ngayu-ayu yang berlangsung Kamis (14/07/2022) di Balai Adat Sembalun.
Hebatnya menurut bupati, meskipun ritual adat ngayu-ayu berlangsung berhari-hari ternyata masyarakat Sembalun mampu menggelar kegiatan ini secara konsisten.
Ngayu-ayu menurut bupati merupakan kegiatan menarik yang menggambarkan harmonisasi hubungan antara manusia dan manusia lainnya, juga manusia dengan alam sekitar, serta manusia dengan penciptanya.
“Ritual tersebut adalah perwujudan ajaran Islam yang mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antar manusia, serta hubungan manusia dengan Allah sang pencipta, serta hubungan antara manusia dengan alam yang diciptakan-Nya,” jelasnya.
Bupati mengakui tidak mudah melestarikan adat istiadat di tengah kemajuan teknologi yang nyaris tidak ada batasan geografis dalam berhubungan dengan orang lain.
Kemajuan teknologi juga telah menyebabkan serbuan berbagai budaya lain yang masuk ke seluruh penjuru dunia menjadikan pelestarian budaya tidak mudah.
Akan tetapi masyarakat Sembalun mampu menunjukkan komitmen dan konsistensinya terhadap pelestarian budaya dengan menjaga komitmen bersama seluruh masyarakatnya sehingga eksistensi ritual ngayu-ayu masih lestari.
Bupati menggarisbawahi konsistensi yang menurutnya sebagai modal penting dalam menyebarluaskan adat istiadat luhur, khususnya sebagai sebuah objek wisata budaya yang dapat menarik wisatawan.
Karena itu Dinas Pariwisata diharapkan dapat memasukkannya sebagai event wisata dalam kalender event Lombok Timur, bahkan Nusa Tenggara Barat.
Konsistensi itu diharapkan pula dapat mendorong wisatawan yang datang, baik lokal maupun mancanegara dapat lebih menghargai keberadaan Sembalun.
Menurutnya, Sembalun tidak saja sebagai objek wisata melainkan sebagai benteng terakhir penjaga keseimbangan ekosistem di Kawasan Geopark Rinjani.
Sementara itu, Sultan Sepuh Cirebon Jaenudin II Arianatareja sebagai perwakilan para sultan, raja, dan ratu yang hadir pada pucak ritual adat ngayu-ayu menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut, serta dukungan Pemda Lombok Timur.
Puncak ritual adat ngayu-ayu selain dihadiri para Sultan, Raja, dan Ratu Nusantara serta dari negeri tetangga seperti Malaysia, dihadiri pula Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi Sj., jajaran Forkopimda NTB dan Forkopimda Lombok Timur dan tokoh adat. Pada kesempatan tersebut Bupati
Ritual adat yang digelar setiap tiga tahun ini berlangsung selama tiga hari dengan berbagai rangkaian.





