Kemenag Loteng Diduga Takut Ungkap Kasus Dugaan Suap Oknum Wartawan?

oleh -964 views
oleh
kantor
foto ist/darwis

LOMBOKSATU.com – Kasus dugaan suap oknum pejabat Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah (Loteng) NTB kepada oknum yang mengaku wartawan mulai dipertanyakan.

Bagaimana tidak, seperti ditelan bumi, kasus tersebut tidak pernah terdengar lagi. Padahal jika digali lebih dalam kasus itu dipastikan akan terang benderang dan tidak sebatas dugaan yang tidak dapat dibuktikan.

Akibat tidak adanya tindak lanjut kasus tersebut menimbulkan pertanyaan. Banyak yang menduga Kemenag Lombok Tengah takut membuka kasus ini, karena diduga akan memicu persoalan yang lebih besar di internal Kemenag.

Baca juga: Oknum Wartawan Diduga Lakukan Pemerasan

Beberapa sumber termasuk pegawai Kemenag Lombok Tengah menyayangkan sikap para petinggi di instansi tersebut yang tidak menindaklanjuti kasus tersebut bahkan terkesan mengabaikan.

Anehnya lagi, beberapa di antaranya mengaku tidak kaget dengan hal tersebut. Mereka menduga, oknum pegawai kemenag yang menyuap oknum wartawan beberapa waktu lalu memang merupakan tukang “keruk”.

Oknum bersangkutan selama ini diduga memang sengaja dipelihara dan ditugaskan untuk mencari uang pada berbagai proyek dan program Kemenag Lombok Tengah. Uang yang diperoleh diduga digunakan untuk keperluan oknum-oknum tertentu.

Menurutnya, kalau kasus ini dibongkar sama artinya membongkar borok sendiri. Kasus yang dipersoalkan oknum wartawan sampai berujung dugaan suap beberapa waktu lalu sudah menjadi rahasia umum di internal.

“Dan kalau mau jujur, banyak sekali persoalan di Kemenag yang luput dari perhatian publik,” ungkap salah seorang pejabat Kemenag Lombok Tengah yang enggan dipublikasikan namanya.

Sementara itu Kepala Kementerian Agama Lombok Tengah H Jaelani Ibrahim yang dikonfirmasi via handphone, Minggu (15/01/2023), mempersilakan oknum pejabat yang bersangkutan agar menempuh jalur hukum jika memang merasa dizolimi.

Adapun tindakan Kemenag Lombok Tengah, pihaknya mengaku sudah memanggil pejabat yang bersangkutan. Dari hasil pemanggilan tersebut, yang bersangkutan mengaku diperas oleh oknum yang mengaku wartawan.

Oknum bersangkutan kata H. Jaelani mengaku tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan. Anehnya, saat ditanya apa persoalan awal terjadinya suap, pihaknya mengaku tidak tahu.

Termasuk pejabat yang bersangkutan, juga tidak ia ketahui. Anehnya, H.Jaelani justru mengatakan bahwa peresoalan yang dipermasalahkan tersebut terjadi jauh sebelum dirinya ditugaskan sebagai Kemenag Lombok Tengah.

Namun demikian, pihaknya menegaskan kedepan tidak boleh lagi ada hal-hal yang menyimpang dari aturan. Jika ada kekeliruan, masyarakat diminta melapor. Begitu juga dengan wartawan, diminta untuk membuka persoalan apapun di Kemenag Lombok Tengah.

Sementara saat disinggung mengenai adanya oknum-oknum yang diduga ditugaskan sebagai “pencari uang” di Kemenag Lombok Tengah, pihaknya tidak memberikan jawaban apapun dan buru-buru mengakiri pembicaraan.

“Dek saya lagi di Mataram,” kata Jaelani dan langsung menutup sambungan telepon. Sementara itu, Kasi Penmad Lombok Tengah H Muliadi saat dikonfirmasi selalu mengaku sibuk.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pejabat Kemenag Lombok Tengah diduga jadi korbannya. Informasi yang berhasil dihimpun, oknum inisial SD diduga mengancam akan membongkar kasus di Kemenag Lombok Tengah apabila tidak diberikan uang.

Sampai akhirnya pejabat tersebut mengirimkan uang belasan juta kepada yang bersangkutan. Namun sampai saat ini diduga belum ada tindakan nyata dari Kemenag Lombok Tengah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. (Dar)