Lotim akan Tampil Stand BUMDes di Event Kompas Travel Fair

oleh -208 views
Kadis PMD Khairi (kiri) bersama Kadis Pariwisata Iswan Rakhmadi (kanan)
Kadis PMD Khairi (kiri) bersama Kadis Pariwisata Iswan Rakhmadi (kanan)

LOMBOKSATU.com – Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat ambil bagian dalam event Kompas Travel Fair bertema (Re)Start Your Journey.

Kegiatan ini diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) bersama Kompas dan Mandiri serta sejumlah lembaga.

Event Kompas Travel Fair ini diselenggarakan 9-11 September di Jakarta Convention Center (JCC) dengan diikuti berbagai kabupaten di Indonesia.

Lombok Timur menampilkan stand BUMDes Kembang Kuning dan Sembalun yang dikawal Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Dinas Pariwisata.

Sebagai upaya mendorong momentum bangkitnya potensi Desa Wisata yang memiliki produk unggulan di bawah naungan BUMDes.

Produk yang ditampilkan mewakili potensi lokal yang dikembangkan BUMDes setempat antara lain madu trigona, blackgarlic, serta kopi dari masing-masing desa.

Di antaranya kopi Kembang Kuning dan Sembalun, di samping potensi lain Lombok Timur yang merupakan unggulan seperti   mutiara dan tenun tradisional.

Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar membuka kegiatan tersebut dalam pidatonya menitikberatkan pada upaya memantapkan dan memajukan desa wisata yang dikelola oleh BUMDes.

Menurutnya momentum ini sangat penting, utamanya pasca pandemi. Ia menegaskan peran desa wisata sangat penting dan relevan untuk memulihkan ekonomi desa pasca pandemi Covid-19.

Melalui hal itu bisa menambah pemasukan bagi BUMDes, “Ini sudah teruji dengan peningkatan ekonomi desa sejak awal 2022, yang memuncak pada Lebaran 2022,” ungkapnya, Jumat )09/09/2020).

Karena hal itu menurutnya, relatif dekat dengan tempat tinggal warga kabupaten/kota, serta biayanya relatif murah, desa wisata juga berperan dalam memenuhi kebutuhan wisata warga setempat.

Ditambahkan, pembangunan desa wisata bukan tujuan utama tetapi merupakan dampak dari upaya penjagaan dan pemeliharaan lingkungan, yang akan memunculkan keinginan orang untuk berwisata ke desa.

“Dalam konteks nasional maupun global, desa wisata terutama menarik wisatawan kepada alam desa, yang ketika dikembangkan pastilah diiringi dengan upaya menjaga kelestarian alam. Ini memberikan dampak positif bagi ekologi desa,” jelasnya.

Selain Desa Wisata Kembang Kuning dan Sembalun, sejumlah desa wisata lain juga turut dalam kegiatan ini, seperti Desa Lubuak Gadang Pasaman, Sumatera Barat, Tridadi Sleman DIY, Padang Panjang Tabalong Kalimantan Selatan, dan Buntu Buangin Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.