UMKM Binaan Indosat di KEK Mandalika Terapkan Sistem Digital

oleh -976 views
Pelatihan pelaku UMKM di KEK Mandalika Lombok Tengah
Pelatihan pelaku UMKM di KEK Mandalika

LOMBOKSATU.com – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Indosat di KEK Mandalika Lombok Tengah mulai menerapkan Sistem Digital.

Program pemberdayaan komunitas yang dijalankan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) di KEK Mandalika berjalan mulus dan mengalami progres signifikan.

Sejak dilaunching Maret 2022 lalu, hasil program tersebut mulai membuahkan hasil. Sebanyak 213 pelaku UMKM yang menjadi sasaran program, telah menunjukkan kemajuan signifikan.

Selasa (05/07/2022), tim IOH meninjau langsung perkembangan dan memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM penerima manfaat.

Claster Sels Manager Indosat, Ahmad Saiful Arip menagatakan, pelatihan yang diberikan seputar pengelolaan usaha. Misalnya upaya mengatur keuangan, management usaha dan lainnya.

Warga juga diajarkan tentang penerapan UMKM digital, dengan memanfaatkan teknologi khususnya untuk pemasaran.

Kedepan, pemasaran produk UMKM bisa dilakukan melalui website khusus dan bisa diakses melalui HP android.

Dengan harapan, masyarakat bisa berbelanja di UMKM setempat dengan lebih mudah. Meskipun tidak semua pelaku UMKM memiliki HP android. Namun hal ini diyakini akan bisa diatasi dengan sendirinya.

“Zaman sekarang semua serba online. Dengan pelatihan ini kami berharap pengelolaan UMKM yang awalnya dilakukan secara tradisional beralih ke digital,” harapnya.

Selain itu, para pelaku UMKM juga telah dibantu mengurus izin usaha yang bertujuan agar usaha yang dijalankan memiliki legalitas dan akan memberikan kepastian terhadap keberangsungan usahanya.

Para pelaku UMKM juga difasilitasi untuk pengemasan dan pengolahan produk. Hal ini menurutnya penting.

Mengingat salah satu kelemahan pelaku UMKM adalah ketidakmpuan mereka dalam menyajikan dan mengemas produknya.

Padahal jika diolah dan dikemas dengan baik, kuliner maupun produk olahan UMKM lokal tidak kalah dari daerah lain dan bisa dijual dengan harga lebih tinggi.

Lebih lanjut Saipul Arif menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi pelaku UMKM adalah permodalan.

Untuk menjawab persoalan tersebut, pihaknya telah bekerjasama dengan Qatar National Bank (QNB).

Pelaku UMKM akan bisa melakukan pinjaman modal dengan mudah bahkan bisa dilakukan melalui aplikasi yang telah disiapkan.

Agar lebih maksimal, pelaku UMKM juga telah diberikan pemberian bantuan berupa sarana penunjang usaha.

Untuk nelayan misalnya, dibantu melalu perbaikan perahu, pengadaan jaring dan alat tangkap lainnya, sementara untuk usaha kuliner diberikan alat masak.

Sedangkan dipilihnya Kuta tidak lain karena kawasan tersebut merupakan salah satu kawasan strategis nasional yang menjadi salah satu pusat perhatian dunia.

Karena itu, Indosat berpandangan bahwa untuk mengimbangi pesatnya pembangunan di kawasan tersebut, ekonomi masyarakat setempat harus benar-benar kuat, supaya warga lokal tidak hanya menjadi penonton di kampung halaman sendiri.

“Sudah saatnya pelaku usaha lokal berbenah dan mampu bersaing,” harapnya.

Kedepan program semacam ini tidak menutup kemungkinan akan dilaksanakan di desa-desa lainnya.

Adapun untuk memaksimalkan pelayanan, lndosat terus berbenah dengan membangun tower lebih banyak lagi.

Kedepan jaringan Indosat bisa diakses seluruh masyarakat bahkan hingga pelosok terpencil sekalipun. “Intinya kami ingin selau jadi yang terbaik,” pungkasnya. (Dar)

No More Posts Available.

No more pages to load.