Penanganan Stunting Dibutuhkan Keterlibatan Lintas Sektoral

oleh -587 views
Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy
Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy

LOMBOKSATU.com – Masalah stunting atau gagal tumbuh, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) masih mendapat perhatian khusus di Kabupaten Lombok Timur, karena itu perlu dilakukan secara terintegrasi dan melibatkan lintas sektoral.

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy mengaskan, gagal tumbuh, AKI dan AKB merupakan masalah bersama. Apalagi kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia (IPM).

Karena itu, harus ada gebrakan agar Lombok Timur tidak merosot ke posisi lebih bawah. “Jika tidak ada gebrakan atau gerakan, bisa jadi kita kembali menempati angka 9,” ujarnya pada kegiatan Apel Siaga TPK Nusantara Bergerak dan Rakor TPPS yang beralangsung Kamis (12/05/2022).

Ia juga mengingatkan seluruh OPD terkait, camat, dan ormas yang hadir supaya meningkatkan kinerja sekaligus kerja sama. “Mari berikhtiar seoptimal mungkin dengan menyelesaikan semua indikator-indikator tersebut, pemerintah tidak akan bisa berjalan tanpa keikutsertaan semua komponen,” ajaknya.

Wakil Bupati H. Rumaksi Sj yang juga hadir pada kesempatan tersebut berharap seluruh tim yang terlibat dapat berkoordinasi dengan baik. Dengan koordinasi yang baik ia yakin persoalan tersebut dapat ditangani. “Jika tim berjalan, tentunya stunting bisa ditangani,” ungkapnya.

Berdasarkan pemaparan Kepala Dinas Kesehatan H Pathurrahman, kasus gagal tumbuh di kabupaten Lombok Timur terus mengalami penurunan, mulai dari 26,45% tahun 2018 hingga semakin melandai menempati angka 18,13% di tahun 2021.

Penurunan tersebut berkat penerapan konsep yang baik menyangkut gizi maupun nutrisi. Adapun penyebab stunting, antara lain: pernikahan dini, pola asuh keluarga balita/asupan makanan balita tidak tepat, ibu hamil dan remaja putri kurang gizi, jaminan pelayanan kesehatan, serta kurangnya akses sanitasi dan air bersih.

Pada Kegiatan yang berlangsung di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur tersebut dilakukan penandatanganan komitmen bersama pendampingan konseling. Selain itu dilakukan pula pemeriksaan kesehatan tiga bulan pranikah sebagai upaya pencegahan stunting dari hulu oleh camat dan KUA.

No More Posts Available.

No more pages to load.