Sidak Proyek Pipa, Komisi III dan Dinas PUPR Temukan Banyak Masalah

oleh -1.292 views
oleh
Komisi III DPRD bersama PUPR Lombok Tengah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pengerjaan proyek pipanisasi air baku Pengga-KEK Mandalika
Komisi III DPRD bersama PUPR Lombok Tengah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pengerjaan proyek pipanisasi air baku Pengga-KEK Mandalika

LOMBOKSATU.com – Komisi III DPRD bersama PUPR Lombok Tengah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pengerjaan proyek pipanisasi air baku Pengga-KEK Mandalika, Senin (18/04/2022) menemukan banyak masalah .

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Zulkarnaen, ST menegaskan dalam sidak itu banyak menemukan masalah dan sangat miris dengan kualitas pekerjaan di lokasi tersebut. Menurutnya, hasil pengerjaan proyek tersebut sangat amburadul.

Dikatakan, material proyek masih berserakan di jalan dan sangat mengganggu masyarakat. Belum lagi kerusakan jalan yang sampai saat ini belum diperbaiki, menjadi salah satu persoalan serius di lapangan.

Sebenarnya, kata Zul, jika dikerjakan secara teliti dan oleh orang yang berpengalaman, kerusakan jalan seharusnya tidak terjadi. Sebab menurutnya masih banyak areal yang bisa digali tanpa harus merusak bahu jalan.

Selain itu, pihaknya mengaku kecewa dengan proses perbaikan jalan oleh pihak kontraktor. Pasalnya, jalan yang seharusnya dihotmix seperti semula, justru diganti dengan rabat beton.

“Di beberapa titik diemukan jalan hotmix justru dicor. Mungkin sifatnya sememtara, tapi bagi kami ini sangat buruk,” keluhnya.

Selain itu, pihaknya juga menyayangkan minimnya koordinasi pihak kontraktor dengan Dinas PUPR. Bahkan sejak awal pengerjaan galian pipa, pihaknya mengaku tidak pernah diajak koordinasi oleh kontraktor.

Padahal menurutnya, pengerjaan proyek ini akan berpengaruh besar terhadap kondisi infrastruktur khususnya jalan yang telah dibangun Dinas PUPR, sehingga sebelum dikerjakan, para pihak seharusnya melakukan pembicaraan terlebih dahulu.

“Katanya kita pernah diundang di kantor camat, tapi undangan itu membahas kondisi sosial di lokasi proyek bukan membicarakan penanganan jalan yang rusak,” jelasnya.

Terlepas dari hal itu pihaknya tetap menekankan agar kondisi jalan yang rusak akibat proyek tersebut dikembalikan seperti semula, sebagaimana yang telah disepakati di Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah beberapa waktu lalu.

Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Lombok Tengah Mujalip mengatakan, sidak yang dilakukan saat ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya keluhan warga terkait proyek pipanisasi air baku Pengga-KEK Mandalika.

Keluhan yang paling banyak adalah kerusakan jalan akibat galian pipa yang diduga dikerjakan asal-asalan.

Berbagai keluhan tersebut kata dia, ternyata bukan sekedar omong kosong. Bahkan fakta di lapangan, lebih parah dari laporan yang diterima selama ini.

Pihaknya menduga, proyek tersebut dikerjakan orang yang kurang tepat alias mereka yang tidak paham konstruksi. Ditambah lagi pengawasan dari pemenang tender diduga sangat lemah sehingga pengerjaan proyek tidak sesuai standar.

Untuk itu, Kamis (21/04/2022) pihaknya akan memanggil pemenang tender untuk dimintai keterangan terkait persoalan ini.

“Intinya semua akan kita panggil. Kami bangun jalan dengan anggaran besar, tapi dirusak dengan mudahnya, ini tentu tidak bisa dibiarkan. Para pihak terkait lainnya harus bertanggungjawab,” tegasnya. (Dar)