Pernyataan SOM Nindya Karya Dikritik GAPENSI

oleh -1.348 views
oleh
Wakil Ketua Gapensi Loteng M Irpan (foto dok.)
Wakil Ketua Gapensi Loteng M Irpan (foto dok.)

LOMBOKSATU.com – Pernyataan Site Operation Manager (SOM) Nindya Karya Project Air Baku Pengga Erik Prima dalam konferensi pers, Ahad (10/4/2022) yang menegaskan pengerjaan proyek pipa air baku Pengga-KEK Mandalika sesuai standar mendapat kritikan.

Baca juga: Soal Proyek Pipa, Kontraktor Tegaskan Pengerjaan Sesuai Standar

Wakil Ketua GAPENSI Lombok Tengah M Irpan kepada wartawan kemarin mengatakan, pemasangan bantalan pasir pada pipa galian dengan diameter besar merupakan standar baku yang tidak boleh dirubah dengan alasan apapun.

Dikatakan Irpan, sebelum pipa ditanam, dasar galian harus diratakan terlebih dahulu. Setelah rata, dasar akan dilapisi pasir dengan ketebalan tertentu tergantung jenis dan besaran pipa yang digunakan.

Menurutnya, pernyataan pihak Nindya Karya yang beralasan pemasangan pipa hanya dilakukan pada galian yang berbatu, sangat aneh.

Sebab semua perencanaan dilakukan dengan sangat terperinci. Di satu sisi, lokasi galian yang berbatu tentu tidak akan bisa diketahui oleh para pihak saat merencanakan proyek tersebut.

“Tidak bisa kontrakror menyesuaikan cara kerja dengan kondisi di lapangan. Misalnya kalau semuanya berbatu, dana pengadaan pasirnya mau diambilkan dari mana dong,” kata Irpan.

Ia memandang alasan tersebut tidak masuk akal, bahkan terkesan membodohi masyarakat. Apalagi dilontarkan oleh pejabat perusahaan besar sekelas Nindya Karya.

“Perusahaan ‘plat merah’ seharusnya memberikan contoh kerja yang baik. Jangan justru bekerja seperti tidak paham proyek. Kami dari GAPENSI sebenarnya hanya ingin meluruskan, jangan sampai lantaran pernyataan ini akan merusak pemahaman masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya berharap kepada Nindya Karya lebih teliti dalam bekerja. Di antaranya dengan mengontrol kerja para rekanan di lapangan yang menurutnya masih banyak yang tidak paham konstruksi.

“Saya punya data lengkap bahkan standar pemasangan dari pabrik pipa ini juga ada. Intinya jangan main main di Lombok Tengah lah,” pungkasnya.