Diduga Dana “Pengamanan” Kasus BLUD Senilai Ratusan Juta

oleh -1.451 views
oleh
Muhamad Sahirudin
Muhamad Sahirudin

LOMBOKSATU.com – Polemik penanganan kasus BLUD Lombok Tengah semakin memanas. Hal itu diduga terpicu dengan adanya dugaan dana “pengaman” senilai ratusan juta.

Bahkan, saat ini santer beredar isu kasus tersebut sudah dikondisikan sedemikian rupa agar tidak “menyenggol” salah seorang pejabat tinggi di Lombok Tengah.

M Sahirudin alias Daink selaku pelapor kasus BLUD RSUD Praya menyebutkan, tidak tanggung tanggung, diduga dana ratusan juta telah masuk ke kantong oknum-oknum tertentu untuk meredam kasus tersebut.

“Sepandai apapun kita menyimpan bangkai pasti akan ketahuan juga. Dan Insya Allah saya selaku pelapor siap membuktikan dan membongkar semua itu,” kata Daink di Praya, Senin (10/04/2022).

Pihaknya menduga uang tersebut merupakan hasil iurunan beberapa oknum kontraktor dan kepala OPD untuk oknum pejabat yang diduga terlibat dalam kasus BLUD tersebut.

Semua pernyataan itu menurut Daink siap dipertangjawabkan karena bukti sudah dipegang. “Setiap kata dan tindakan terkait hal ini, saya pertanggungjawabkan sepenuhnya,” kata Daink.

Upaya pengamanan kasus BLUD, lanjut Daink, memang sudah dilakukan jauh-jauh hari, termasuk juga dengan mengkondisikan oknum wartawan. Beberapa bulan lalu, belasan oknum wartawan dari berbagai media massa diduga dikumpulkan oknum pejabat tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, oknum pejabat diduga meminta kepada oknum wartawan agar tidak mengekspose pemberitaan seputar kasus BLUD.

Oknum pejabat tersebut berjanji akan memprioritaskan kebutuhan oknum oknum wartawan, mulai dari peningkatan anggaran kerja sama, studi banding, dan lainnya.

Menurutnya, hal ini sangat merusak citra pers. Sebagai salah satu pilar demokrasi, oknum wartawan seharusnya mampu memberikan informasi sebaik mungkin tanpa tekanan dari pihak manapun.

“Kalau seperti itu, dimana kebebasan pers yang selalu kita banggakan selama ini,” kata Daink.

Untuk itu, pihaknya mengajak segenap lapisan masyarakat ikut mengawal penanganan kasus tersebut sehingga keadilan di Lombok Tengah benar-benar bisa ditegakkan dengan sebaik mungkin.

Salah seorang pejabat tinggi di Lombok Tengah yang dimintai tanggapannya, membenarkan isu tersebut. Kendati belum jelas, namun menurutnya, isu adanya transaksi uang untuk pengamanan kasus BLUD sudah terendus sebulan yang lalu.

Namun demikian ia meminta para awak media bisa lebih bersabar dan jeli dalam menyampaikan informasi kepada publik. (Dar)