Pengerjaan Proyek Pipa Senilai Ratusan Miliar Diduga Asal-Asalan

oleh -1.225 views
oleh
Kondisi jalan akibat pengerjaan proyek pipa
Kondisi jalan akibat pengerjaan proyek pipa

LOMBOKSATU.com – Pemasangan pipa air bersih di wilayah Selatan Lombok Tengah mulai menuai polemik. Pasalanya, pengerjaan proyek tersebut diduga asal-asalan.

Aktifis senior Lombok Tengah M. Sahirudin atau yang akrab disapa Daink menduga proyek ratusan miliar yang membentang sepanjang puluhan kilo meter tersebut dikerjakan asal-asalan oleh pihak kontraktor.

Misalnya kedalaman galian, tidak lebih dari satu meter. Selain itu pipa ditanam tanpa dilapisi pasir. Padalah kata dia, sesuai ketentuan, sebelum pipa ditanam terlebih dahulu diberikan alas pasir agar pipa lebih awet.

Tidak itu saja, kata dia, penggalian juga telah merusak badan jalan. Padahal aturan pelaksanaan proyek yang benar, galian harus dibuat di pinggir tanpa merusak jalan.

Anehnya kata Daink, kerusakan tersebut justru dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan serius dari pihak kontraktor. Proyek tersebut, lanjut Daink memang sangat baik. Tapi di sisi lain, pelaksanaanya justru sangat amburadul.

Kesan yang timbul di masyatakat saat ini adalah, pihak kontraktor seakan hanya ingin mencari keuntungan saja. Anehnya, Pemkab Lombok Tengah justru diam dengan kerusakan infrastruktur yang diakibatkan proyek tersebut.

“Saya heran kenapa perusahaan plat merah bekerja seperti kontraktor yang baru belajar. Kalaupun disubkontrakkan, rekanan yang dipilih harusnya dipastikan benar-benar paham dengan apa yang harus dikerjakan,” kata Daink di Praya, Rabu (06/03/2022).

Anehnya kata Daink, Dinas PUPR justru diam dengan kerusakan jalan yang diakibatkan proyek tersebut. Seharusnya, Dinas PUPR berani memberikan teguran kepada kontraktor.

Baca juga: Mengintip Penanganan Kasus BLUD dan Puskesmas

Jangan sampai kerusakan justru nantinya dibebankan kepada pemerintah daerah, sedangkan kontraktor melenggang bebas mengambil keuntungan dari Lombok Tengah.

Terkait hal tersebut, pihaknya akan segera melaporkan persoalan ini ke Polda NTB dengan membawa berbagai bukti dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut.

Hal senada juga diungkapkan tokoh masyarakat Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lalu Damar Wulan.

Selain pengerjaan yang dinilai amburadul, proyek tersebut juga sangat mengganggu warga. Galian yang tak kunjung ditimbun telah mengganggu aktifitas warga.

Hal ini kata Damar, mulai membuat warga tidak nyaman. Hasilnya, beberapa warga di Desa Penujak telah mengusulkan unjukrasa besar besaran terkait proyek tersebut.

Jika tidak segera ditanggapi, dikhawatirkan akan menimbulkan aksi anarkis dari warga yang merasa terganggu dengan proyek tersebut. “Kalau seminggu kedepan tidak ada respon, kami terpaksa akan bertindak sendiri,” ancamnya.

Sementara itu Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Lombok Tengah, Zul Masardi yang dihubungi Kamis (07/03/2022) mengaku menyayangkan kerusakan jalan akibat proyek pipa di sepanjang jalur Selatan tersebut.

Dikatakan Zul, dalam menjalankan pekerjaan tersebut, petugas lapangan dari kontraktor terkesan tidak paham cara bekerja yang baik. Sesuai ketentuan, galian pipa seharusnya tidak boleh mengenai jalan.

Tapi kondisi di lapangan justru sebaliknya. Alat berat yang dikerahkan justru melakukan penggalian sampai bahu jalan.
Hal ini kata dia, sangat merugikan Pemkab Lombok Tengah.

Begitu juga warga, pasti akan terganggu dengan aktifitas pengerjaan proyek yang dilakukan asal-asalan tersebut.

Terkait hal tersebut, pihaknya telah melayangkan protes dan melakukan pertemuan dengan perwakilan kontraktor di Kejaksaan Negeri Lombok Tengah.

Hasil pertemuan tersebut, pihak kontraktor siap melakukan perbaikan. Dalam pertemuan tersebut, pihaknya menekankan perbaikan dilakukan dalam waktu dekat, mengingat jalur jalur tersebut merupakan akses utama warga dan sudah disanggupi kontraktor.

“Begitu pipa ditanam, semuanya harus kembali normal. Kami tidak mau tahu, bagaimanapun caranya jalan jalan kami harus dikembalikan seperti semula,” tegasnya.

Sementara itu pihak kontraktor belum bisa dimintai keterangan perihal berbagai keluhan tersebut. (Dar)