Kapolda Diminta Sikapi Polemik Pembangunan Gedung Mapolres Loteng

oleh -125 views
Ketua GEMPAR Hamzanwadi
Ketua GEMPAR Hamzanwadi

LOMBOKSATU.com – Ketua Gerakan Peduli Anggaran (GEMPAR) Hamzanwadi meminta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTB segera menyikapi polemik pembangunan gedung Mapolres Lombok Tengah.

Kepada wartawan, Selasa (20/10/2021), Hamzanwadi mengungkapkan, pembangunan gedung senilai Rp 6,5 miliar tersebut harus jadi atensi jajaran Korps Bhayangkara. Pasalnya kata Hamzan, fungsi gedung tersebut sebagai tempat pelayanan publik yang sangat vital.

Ia meninta Polda NTB segera memanggil kontraktor dan para pihak terkait lainnya untuk meminta penjelasan seputar persoalan di proyek tersebut, atau paling tidak melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek untuk mengetahui secara pasti progres pembangunan gedung tersebut.

Jika persoalan ini dibiarkan, ia khawatirkan akan merusak citra Polri secara keseluruhan, karena Polri merupakan pengayom masyarakat dan penegak hukum. Menurutnya akan sangat lucu, jika dalam hal ini jajaran Bhayangkara justru diam, sementara proyek di instansi lain justeru ditindak tegas.

Sehingga baginya, persoalan ini sangat penting untuk direspon. Karena sikap Kapolda dalam persoalan ini akan mempengaruhi penilaian publik. Pihaknya tidak ingin prestasi yang telah dicapai selama ini rusak lantaran persoalan seperti ini.

Jika dalam beberapa hari kedepan tidak ada sikap yang jelas dari Kapolda, pihaknya akan turun dan menggelar aksi unjukrasa di lokasi pembangunan gedung Mapolres. Bahkan ia akan melaporkan hal ini ke Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Hamzan, kecurigaan masyarakat terhadap proyek Mapolres Lombok Tengah sangat wajar. Mengingat waktu pengerjaan sudah habis sehingga sangat wajar jika menimbulkan banyak spekulasi. Apalagi jika ada perbedaan dengan fakta di lapangan, tentu membuat kecurigaan warga semakin besar.

Untuk itu, pihaknya berharap persoalan ini segera dicari jalan keluarnya. Jika polemik ini hanya akibat adanya perbedaan pemahaman sudut pandang antara pihak GAPENSI dengan kontraktor, harus diluruskan.

Namun jika ada penyelewengan, Polda diharapkan mampu menegakkan aturan tanpa pandang bulu. “Intinya kalau ada yang terlibat dengan sengaja melakukan korupsi dalam persoalan ini sikat saja,” pungkasnya.

Kabid Humas Polda Kombes Pol Artanto dihubungi via phone berjanji akan segera cari tahu terkait persoalan tersebut. Sedangkan Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono masih tugas dinas di luar. ” Saya masih tugas di luar,” ujarnya singkat. (dar)

No More Posts Available.

No more pages to load.