Diduga Lakukan Pemerasan, Pria ini Diringkus Tim Puma

oleh -30 views
Tim puma menggelar presscon penangkapan pemerasan
Tim Puma Polresta Mataram menggelar presscon terkait penangkapan terduga pelaku pemerasan

LOMBOKSATU.com – Tim Puma Polresta Mataram bergerak cepat mengamankan pria berinisial W (46 tahun) yang diduga kerap melakukan pemerasan terhadap pemilik toko di seputar jalan Brawijaya, Cakranegara, Kota Mataram.

Atas dasar laporan salah seorang pemilik bengkel bernama Wilson (29 tahun), petugas langsung mengamankan W. Korban terpaksa melaporkan pelaku karena sudah tidak tahan atas tindakan pelaku yang selalu memintai uang dengan berbagai alasan.

Jika korban tidak memberikan, pelaku mengancam akan merusak bengkel dan fasilitasnya. Pemerasan ini sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Pelaku datang sekali seminggu.

“Karena merasa takut dan terancam korban terpaksa memberikan uang ke pelaku. Kisarannya Rp 50 ribu,” kata Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, ST, SIK, Sabtu (10/7).

Selain korban Wilson, pelaku juga kerap meminta uang kepada pemilik beberapa toko lain. Kisarannya Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Dalam melakukan aksinya, pelaku juga terkadang membawa senjata tajam.

Jika tidak langsung memberikan pelaku, maka senjata tajam tersebut ia gunakan untuk mengancam korban. “Saat kami tanyakan ke para pemilik toko awalnya mereka agak tertutup karena merasa takut tetapi pada akhirnya mereka mengaku kerap dimintai uang oleh pelaku,” ujarnya.

Polisi yang mendapatkan keluhan dari beberapa pemilik toko kemudian melakukan pengintaian. “Kemarin pada saat meminta uang di BRD Motor, seketika itu langsung kita amankan,” ujar Kadek Adi.

Dari sana polisi turut mengamankan barang bukti berupa uang Rp 50 ribu dan senjata tajam berupa pahat. “Pelaku ini tercatat sebagai Residivis. Pernah tersandung kasus narkoba, pencurian kendaraan bermotor, dan kali ini pemerasan,” bebernya.

Terkait apakah uang hasil memeras ini pelaku gunakan membeli narkoba, Kadek Adi belum bisa memastikan. “Masih kita dalami. Kalau pengakuannya untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Atas perbuatannya, pelaku terjerat Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Kini pelaku polisi amankan di Polresta Mataram.

No More Posts Available.

No more pages to load.