Tergiur Bisnis, Oknum Pegawai Bank Gelapkan Uang Nasabah

oleh -70 views
Polisi menangkap terduga penggelapan uang nasabha
Polis menggelar konferensi pers penangkapan oknum pegawai bank

LOMBOKSATU.com – Oknum pegawai bank swasta berinisial AN harus berurusan dengan Polisi. Pria berusia 43 tahun ini menjadi terduga penggelapan uang tetangganya yang menitipkan setoran tabungan Rp 200 juta gegara tergiur bisnis jual beli sapi.

”Bukannya menyetorkan ke tempatnya bekerja. Tetapi, digunakan untuk membuka usaha,” kata Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, ST, SIK kemarin (6/7/2021).

Modusnya, AN menceritakan persoalan yang ia hadapi ke korban yang juga menjadi tetangganya. Dia yang bekerja sebagai pegawai bank tidak bisa memenuhi target menggaet nasabah baru. “Korban yang percaya dan setuju menabung ke bank tempat pelaku ini bekerja,” jelasnya.

Lalu, AN membuatkan buku tabungan korban. Selanjutnya, pelaku meminta korban untuk menabung sebesar Rp 200 juta. “Uang tabungan itu diserahkan ke pelaku,” jelasnya.

Namun, AN malah tidak meneyetotkan uang tersebut ke bank. Uang itu ia gunakan untuk menjalankan bisnis sapi. “Tapi, bisnis yang sapi itu malah gagal dan tidak jalan sampai sekarang,” bebernya.

Uang korban habis. Setelah mengetahui uangnya tidak ada dalam rekening dan AN tidak pernah menyetorkan ke bank, korban berupaya menagih. “Tetapi, tak kunjung belum kembali,” jelasnya.

Korban berupaya melakukan perdamaian Februari 2017 lalu. Asalkan uangnya kembali. “Korban dan AN membuat perjanjian. Apabila tidak membayarkan dalam tempo yang tepat, kasus tersebut bakal berlanjutkan ke proses Hukum,” kata Kadek Adi.

AN pun berusaha mencicil. Pelaku baru mencicil uang korban Rp 71,75 juta. Dalam perjanjiannya pelaku harus mengembalikan seluruh uang korban dalam jangka waktu dua tahun. ”Namun, sisa Rp 128,25 juta tidak juga belum kembali,” ujarnya.

Saat mediasi, pelaku sempat menjanjikan akan memberikan rumah. Tetapi, setelah melakukan pengcekan, rumah tersebut ternyata bukan milik pelaku. ”Rumah itu milik mertuanya sehingga korban tidak mau berdamai,” kata dia.

Polisi menindaklanjuti laporan korban dan menangkap AN di rumahnya, wilayah Monjok Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. AN pun terancam pasal 378 KUHP dan terancam hukuman selama 4 tahun penjara.

No More Posts Available.

No more pages to load.