SPJ Lamban, Dinas Pendidikan Ingatkan Pengurus Yayasan

oleh -124 views
Dinas Pendidikan Ingatkan Pengurus Yasasan Untuk Laporkan Hibah
Kasi Sarana dan Prasarana Bidang SMP Makbul Ramen

LOMBOKSATU.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB menyayangkan lambannya surat pertanggungjawaban (SPJ) dana hibah yayasan yang telah mereka terima kepada pemerintah daerah.

Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Bidang SMP Makbul Ramen mengaku, sampai saat ini, sebagian besar pengurus yayasan belum menyerahkan SPJ. Padahal, sesuai aturan, SPJ selambat lambatnya dua bulan setelah menerima dana.

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah, pihaknya mengingat para pengurus yayasan penerima hibah agar taat aturan. Antusiasme saat mencairkan dana, harus sama dengan saat menyelesaikan surat pertanggungjawaban.

“Kalau mencairkan uang kita antusias, seharusnya ketika diminta pertanggungjawaban juga harus lebih bersemangat,” kata Makbul kepada wartawan, Selasa (06/07/2021). Oleh karena itu ia berharap kepada pengurus yayasan yang sudah menerima hibah agar segera menyampaikan SPJ.

Penyelesaian administrasi ini kata Makbul sangat penting, karena akan mempengaruhi realisasi tahun berikutnya. Jika tahun ini terjadi banyak persoalan, tentu akan menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam memutuskan keberlangsungan program ini sehingga kedepan, evaluasi program ini akan lebih ketat, dan melihat kelengkapan administrasi dan kelayakan yayasan.

Begitu juga dengan pencairan, masih belum maksimal. Namun hal tersebut bukan karena kelalaian pemerintah daerah dalam hal ini Bagian Keuangan, melainkan akibat lambannya pengurusan syarat administrasi oleh pengurus yayasan.

Misalnya, permasalahan rekening, struktur pengurusan yayasan dan beberapa persoalan lain. Yang mana beberapa pengurus yayasan terkesan abai dengan imbauan dari pemerintah daerah.

Sementara di Dinas Pendidikan, memang masih banyak kekurangan. Misalnya kurangnya petugas entri data dan hal teknis lainnya. Namun untuk menyiasati hal itu, ia menambah jam kerja.

Demi kelancaran program dana hibah, petugas di dinas pendidikan bekerja ekstra. Bahkan tidak jarang harus lembur hingga larut malam.

“Petugas kami memang sedikit, tapi jam kerja kami sampai malam. Bahkan beberapa staf terkadang harus menginap di kantor,” jelasnya.

Makbul berharap pengurus yayasan penerima hibah memaklumi dan menghargai semangat kerja petugas. Ia juga berharap bisa mengimbanginya dengan tanggungjawab yang sama. “Kami bukannya menggurui, tapi mari kita saling memahami,” pungkasnya. (Dar)

No More Posts Available.

No more pages to load.