20 Cabor Menolak, Qomar Tegaskan Musorkab Tetap Digelar 25 Maret

oleh -333 views
Pengurus KONI Lombok Tengah gelar konferensi pers bahas Musorkab

LOMBOKSATU.com – Rencana Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indinesia (KONI) Lombok Tengah masih menuai hambatan.

Penolakan mulai muncul di internal Koni. Bahkan sebanyak 20 dari 31 cabang olahraga (Cabor) sepakat menolak kegiatan yang rencananya digelar 25 Maret mendatang di JM.Hotel Kuta tersebut.

Dalam konferensi persnya, Rabu (17/03/2021), Ketua Bidang Kelembagaan Koni Lombok Tengah HL. Arif Rahman Hakim mengatakan, penolakan 20 cabor telah ditandatangani masing-masing ketua di atas materai.

Dikatakan Arif, penolakan didasari proses Musorkab yang tidak sesuai aturan. Salah satunya penentuan Cabor, dilakukan sepihak tanpa melibatkan pengurus yang ada.

Celakanya kata Arif, hasil verifikasi yang dilakukan panitia Mosorkab, sembilan Cabor didiskualifikasi lantaran dianggap tidak memenuhi syarat. Alasannya karena 9 Cabor tersebut tidak mengantongi rekomendasi dari Koni Kabupaten.

Padahal aturannya penentuan Cabor yang memiliki hak suara atau tidak ditentukan pihak provinsi. Ironisnya, sembilan Cabor tersebut merupakan penyumbang medali terbesar bagi Lombok Tengah.

Ia curiga pemegang hak suara Musorkab sengaja diamputasi lantaran dianggap tidak mendukung Plt. Ketua KONI yang merupakan salah satu kandidat pada Musorkab. Bahkan Musorcab ini diduga sengaja dikemas tidak ubahnya panggung politik.

Seharusnya kata Arif, pihak panitia memberikan ruang seluas luasnya bagi seluruh Cabor berpartisipasi dalam Musorkab dan menentukan pilihan terbaiknya. Jadi kalaupun Musorkab harus dilakukan, tentu harus dipilih oleh semua cabor yang ada. “Koni bukan tempat berpolitik tapi mengukir prestasi,” kata Arif.

Untuk itu pihaknya mendesak panitia Musorkab segera mengakomodir 9 Cabor yang sebelumnya didiskualifikasi. Selain itu harus ada keterbukaan dalam proses penjaringan calon ataupun pemegang hak suara. Sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mewakili aspirasi seluruh atlet di Lombok Tengah.

Hal sama juga diungkapkan Ketua Asosiasi Futsal Lombok Tengah Adi Bagus Karya Putra. Dikatakan Bagus, kepanitiaan Mosorkab seharusnya dijalankan oleh orang-orang yang paham aturan.

Celakanya, Mosorkab KONI Lombok Tengah tanggal 25 Maret mendatang digarap oleh mereka yang tidak memahami AD-ART organisasi.

Selain mendiskualifikasi 9 Cabor, masih banyak kesalahan yang dilakukan pihak panitia. Sebut saja pembentukan panitia yang dilakukan sepihak tanpa melibatkan para pengurus yang ada dan masih banyak lagi pelanggaran lainnya.

Sehingga pihaknya berpendapat Musorkab sudah seharusnya diambilalih oleh Koni Provinsi. Pihaknya juga berharap pihak provinsi memanggil Plt.Ketua Kombok Tengah,M.Shamsul Qomar untuk dimintai klarifikasi terkait berbagai persoalan yang terjadi selama ini.

Sementara itu Plt. Ketua KONI Lombok Tengah M. Syamsul Qomar (MSQ) mengaku tidak mempersoalkan penolakan tersebut dan tetap akan mengadakan Musorkab sesuai jadwal yang telah ditentukan. “Siapa yang mau ikut Musorkab saja, ngapain repot,” kata Qomar.

Sementara mengenai pencoretan 9 Cabor, menurutnya sudah sesuai AD/ ART organisasi. Keputusan ini seharusnya diterima dengan baik, bukan malah menolak dengan alasan yang tidak jelas. Apalagi hanya didasari aturan-aturan yang dibuat sendiri dan tidak mengacu pada AD/ART organisasi.

“Cabor kalau mau jadi anggota KONI silahkan ikut aturan organisasi. Kalau tidak kami juga tidak memaksa,” pungkasnya. (Dar)

No More Posts Available.

No more pages to load.