Retribusi Destinasi Wisata Pusuk, Ini Penjelasan Dispar Lombok Timur

oleh -351 views
Samsul Hakim

LOMBOKSATU.com – Polemik penarikan retribusi daerah melalui tiket masuk di rest area wisata Pusuk Sembalun yang muncul ditengah pandemi dan menuju new normal juga ditanggapi Kepala Bidang Destinasi pada Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Timur, Samsul Hakim, S.sos.

Ia menegaskan, pengelolaan dan penarikan retribusi yang masuk jadi pendapatan asli daerah (PAD) di Rest Area Pusuk Sembalun sudah memiliki dasar yang jelas yakni izin pengelolaan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Izin pengelolaan itu, kata dia, dikeluarkan oleh Gubernur NTB tertanggal 24 Juni 2019. Dalam surat itu, Pemerintah Provinsi NTB memberikan izin pada Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur agar menunjukkan BUMD/Bumdes/Koperasi atau kelompok tersebut.

“Setelah ada izin dan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, kita baru berani membuat tiket masuk di Rest Area Pusuk Sembalun, dan itu dikelola oleh Pokdarwis Sembalun dan Pokdarwis Bebidas,” ujar Samsul Hakim, Kamis (09/07/2020) di ruang kerjanya.

Untuk sementara, ujarnya, pihak Dinas Pariwisata Lombok Timur telah mencetak 10 ribu tiket untuk Rest Area Wisata Pusuk Sembalun. “Kita coba dulu cetak tiket itu sebanyak 10 ribu tiket, karena masih dalam tataran sosialisasi dan uji coba,” ulasnya.

Perlu diketahui, kata dia, sebelum tiket itu diedarkan di lapangan pihaknya terlebih dulu harus melakukan porporasi pajak di Bapenda (Badan Pendapatan Daerah). “Tiket kita porporasi atau disahkan lewat Bapenda kemudian kita kirim ke pengelola untuk dijual senilai Rp 5 ribu sesuai dengan Perda (Peraturan Daerah),” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Samsul Hakim, pemberlakuan tiket masuk di rest area wisata Pusuk Sembalun sudah berlangsung sejak akhir tahun 2019 lalu. Kemudian dari Januari 2020 sampai dengan saat ini, ia mengaku belum menerima laporan berapa jumlah tiket yang laku, karena sejak Maret hingga saat ini masih terkendala covid-19 sehingga pihaknya belum bisa memastikan berapa yang sudah laku terjual.

Namun demikian, untuk mengetahui berapa jumlah tiket yang laku bisa dilihat dari jumlah potongan tiket yang ada. Ditegaskan pula, selama pandemi covid-19, semua destinasi wisata ditutup sehingga sampai saat ini belum ada laporan yang masuk. “Sejak Januari sampai sekarang belum maksimal,” tegasnya sembari menandaskan, penjualan tiket itu hanya bagi wisatawan yang masuk kawasan taman Pusuk yang dibangun pemerintah lengkap dengan fasilitasnya.

Kalau hanya poto-poto di luar kawasan rest area wisata Pusuk, tegas Samsul, tidak dikenakan retribusi atau bayar tiket. “Bagi pengunjung yang hanya parkir kemudian selfie-selfie di luar kemudian berlalu, itu tidak dikenakan dengan bayar tiket,” urainya.

Menyinggung soal new normal dan dibukanya destinasi, Samsul Hakim mengatakan, untuk menuju perilaku hidup baru sekarang ini, Dispar Lombok Timur sejak tanggal 20 Juni 2020 telah membuka destinasi wisata secara serentak. Hanya beberapa deatinasi yang buka belakangan. “Bagi yang belum siap, mereka tidak membuka,” ujarnya.

Sebab, dalam membuka destinasi wisata itu perlukan persyaratan sesuai dengan standar opersional prosedur (SOP) yang dikeluarkan dinas pariwisata. “Kita buka kembali dalam era new normal, disertai dengan pembatasan-pembatasan sesuai standar protokol kesehatan,” ujarnya.

Standar protokol kesehatan berwisata ditengah pandemi covid-19 ini, lanjut dia, para pengunjung disana diwajibkan untuk mentaati, dan satu diantaranya itu pembatasan jumlah pengunjung 50% jumlah pengunjung dari standar jumlah pengunjung. Kemudian pengunjung diwajibkan menggunakan masker.

Selain itu, kewajiban dari pengelola wisata, ujarnya harus menyediakan fasilitas yang dibutuhkan dalam mencegaj penyebaran covid-19. “Kita siapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, kita siapkan alat untuk mengukur suhu tubuh. Dan ini berlaku tidak saja untuk pengunjung tetapi semua petugas kita juga harus mentaati semua protokol covid-19,” sebutnya.

Sejak diberlakukannya new normal, ia menyebutkan penerapan standar protokol kesehatan di destinasi berjalan sesuai harapan. “Sekarang sudah memasuki minggu ketiga tetap berjalan normal. Alhamdulillah sudah ada beberapa tempat kita kirim petugas untuk monitoring,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.