Soal Data JPS, Sekda: Kami Masih Berpacu dengan Integrasi Data

oleh -127 views

LOMBOKSATU.com – Munculnya kekhawatiran pemerintah desa dengan banyaknya masyarakat yang bakal tidak dapat paket bantuan, bahkan ditengarai akan terjadi keresahan yang bisa memicu kericuhan di tingkat desa membuat Pemerintah Kabupaten Lombok Timur harus serius mengurai data penerima bantuan paket bagi masyarakat terdampak pandemi covid-19.

Sekda Kab Lombok Timur, HM. Juaini Taofik

Sejumlah kepala desa mengaku khawatir dengan banyaknya masyarakat yang bakal tidak dapat jika melihat data hari ini. Sementara pemerintah kabupaten telah memastikan semua masyarakat bakal mendapatkan bantuan, kecuali ASN, TNI, Polri, dan DPRD.

Menanggapi hal itu, Sekda Kabupaten Lombok Timur, HM. Juaini Taofik menyampaikan, hingga hari ini pihaknya terus giat membahas persoalan data tersebut, kroscek dan singkronisasi data masih dilakukan tim karena melihat kegamangan soal basis data.

“Hari ini, full giat membahas data JPS (Jaringan Pengaman Sosial), ada kegamangan soal basis data antara Pemkab dan Pemdes, basis data yang dipakai Pemkab untuk menyusun grafis distribusi JPS yang 5 paket ini adalah Dukcapil, setelah terkomfirmasi di Pemdes menjadi ngenyat (bertambah, red),” ungkapnya, Sabtu (25/04/2020).

Sekda menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sangat optimis dengan basis data yang ada sehingan dengan jumlah Paket JPS yang disedikan itu, semua KK akan mendapatkan paket bantuan.

“Awalnya kami memberikan optimisme kepada pimpinan bahwa dengan jumlah Paket JPS sebanyak 380 ribu itu dimungkinkan seluruh KK akan mendapatkan masing-masing satu paket,” ucapnya.

Sekda menyampaikan, optimisme bahwa pemerintah masih terus berpacu untuk mengintergrasikan data. “Kami masih berpacu dengan integrasi data, semoga di ujung terowongan terdapat sebercah sinar,” harapnya dengan penuh optomis.

Dipaparkan Sekda, sebenarnya jika mengacu pada data awal dengan jumlah KK 380 ribu itu pihaknya sangan optimis tidak ada yang bakalan tidak dapat JPS. “Sebagai gambaran, jika 1 KK terdiri dari 4 anggota yakni suami istri plus 2 anak, maka 380 kali 4 saja sama dengan 1.520.000, masih di atas angka penduduk Lombok Timur yang jumlahnya sekitar 1,3 juta orang,” demikan tutup Sekda.

No More Posts Available.

No more pages to load.