Kepala MA NW Pancor: “Santri Harus Mampu Jadi Garda Terdepan Cegah COVID-19”

oleh -89 views
Kepala MA NW Pancor, Syarifuddin, S.Pd

LOMBOKSATU.com – Penyebaran pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) membuat semua sekolah dan madrasah libur namun siswa diharuskan untuk belajar di rumah.

Kepala Madrasah Aliah (MA) Nahdlatul Wathan (NW) Pancor, Lombok Timur Provinsi NTB, Syarifudin, S.Pd mengatakan, sejak mewabahnya corona dan sesuai edaran menteri, semua santri madrasah aliah diliburkan.

Namun demikian, santri diarahkan untuk belajar di rumah masing-masing agar tidak ketinggalan dalam pembejarannya. “Kita arahkan santri kita belajar melalui media online,” jelas Syarifuddin kepada media, Ahad (05/04/2020) di Pancor.

Diakuinya, pembelajaran via online memang tidak mungkin bisa efektif karena tidak semua santri memiliki smartphone. Tapi paling tidak, langkah tersebut bisa memberikan efek positif bagi siswa supaya tidak hanya berdiam diri di rumah.

Ia juga mengakui, situasi ini benar-benar membuat semua orang panik, hampir semua sektor kehidupan lumpuh termasuk sektor pendidikan. “Semua madrasah atau sekolah libur dan memberlakukan sistem pembelajaran online yang menurut saya tidak begitu efektif,” jelasnya.

Sistem online ini memiliki banyak kendala, seperti media yang digunakan dan tidak semua orang memilikinya. Belum lagi biaya paket data, dan lain sebagainya. “Namun demikian kita tetap lakukan itu meski terbatas,” ungkapnya.

Di tengah keterbatasan dan kedrauratan seperti sekarang ini, Syarifuddin yang juga Ketua PD Pemuda NW itu berharap kepada santri dan orang tua wali santri untuk tetap memantau peserta didik agar tetap belajar.

“Kami juga berharap kepada wali santri untuk mengawasi anak-anak atau santri kita agar melaksanakan imbaun pemerintah dan alim ulama’. Sosial distancing harus tetap dijaga agar kita semua terhindar dari virus ganas tersebut,” harapnya.

Ia juga berharap para santri harus menjadi garda terdepan untuk mencegah penyebaran covid-19 dengan memberikan edukasi dengan cara tertentu dan sesuai kapasitas, minimal di keluarga masing-masing.

“Pemerintah sudah membuat edaran bagaimana pencegahannya, diantaranya dengan cara berdiam di rumah, jika keluar rumah harus menggunakan masker dan hindari keramaian, cuci tangan dengan sabun dan di air mengalir. Dalam konteks agama, jaga wuduk, dan tetap berdoa kepada Allah Swt,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.